BERITABUANA.CO, JAKARTA – Judi online (judol) adalah salah satu permasalahan yang tak habis-habis menjadi perhatian publik. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun mengakui bahwa judol adalah hal yang paling dianggap sangat serius.
Maraknya judol sampai saat ini masih menjadi perhatian khusus Polri. Hal ini diungkapkan Jenderal Sigit dalam sambutannya saat pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).
“Kita masih diganggu dengan berbagai macam tantangan. Perkembangan teknologi di satu sisi ini juga berdampak kepada kejahatan, dan yang paling marak salah satunya adalah judi online,” kata Kapolri.
Kapolri mengatakan bahwa judol menjadi tantangan bersama dalam suatu bangsa. Dan kebanyakan pemain judol masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Kemudian disusul karyawan, dan juga wiraswasta dan seterusnya.
Kapolri bilang, anak-anak di bawah 18 tahun banyak yang terpapar judol. Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi judol.
“Beberapa waktu yang lalu juga pernah saya sampaikan bahwa banyak anak-anak di bawah umur 18 tahun yang ikut menjadi pemain judol. Ini tentunya keprihatinan kita bersama untuk bisa memerangi hal tersebut,” ujarnya.
Kapolri berjanji akan memerintahkan seluruh jajarannya untuk memerangi judol. Dia juga akan menggandeng lembaga lain untuk memerangi judol. (Kds)







