CEO Washington Post Mundur Usai PHK Massal, Jeff Bezos Tunjuk Eks Bos Tumblr sebagai Plt Penerbit

by
Chief Executive Officer (CEO) The Washington Post, Will Lewis. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, WASHINGTON DC — Chief Executive Officer (CEO) The Washington Post, Will Lewis, resmi mengundurkan diri di tengah badai kritik yang menghantam surat kabar ternama Amerika Serikat itu, hanya berselang beberapa hari setelah perusahaan memangkas ratusan karyawan dalam salah satu gelombang pemutusan hubungan kerja terbesar sepanjang sejarahnya.

Pengunduran diri Lewis diumumkan Minggu (8/2/2026) waktu setempat. Pemilik Washington Post, Jeff Bezos, menunjuk Jeff D’Onofrio—mantan CEO Tumblr Inc yang bergabung ke Post tahun lalu sebagai Chief Financial Officer—sebagai pelaksana tugas (Plt) penerbit dan CEO, efektif segera.

Dalam pernyataan resminya, Bezos menyebut Washington Post berada di titik krusial transformasi bisnis dan editorial. “Washington Post memiliki misi jurnalistik yang sangat penting dan peluang luar biasa. Saya melihat media ini memasuki babak baru yang menarik dan berkembang pesat,” kata Bezos.

Keputusan ini datang di tengah gejolak internal menyusul pemangkasan sekitar sepertiga total karyawan Washington Post pekan lalu. PHK tersebut mencakup jurnalis, koresponden asing, hingga staf redaksi di Amerika Serikat, dan memicu kecaman luas dari politisi, serikat pekerja, serta komunitas pers.

Senator AS Bernie Sanders dan Elizabeth Warren secara terbuka mengecam langkah manajemen, menyebut PHK massal itu mencerminkan krisis tata kelola media di bawah kepemilikan korporasi besar. Washington Post Guild, serikat pekerja internal, menyatakan ratusan anggotanya diberhentikan “tanpa alasan yang jelas dan transparan.”

Bezos, pendiri Amazon.com Inc, mengakuisisi Washington Post pada 2013 dan sempat menggelontorkan investasi besar untuk memperluas jangkauan digital serta liputan global. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Post—seperti media arus utama lainnya termasuk Los Angeles Times—tertekan oleh penurunan pendapatan iklan dan melambatnya pertumbuhan pelanggan digital.

Pada 2023, perusahaan telah memangkas sekitar 240 posisi, sebagian besar melalui skema pengunduran diri sukarela (buyouts). Di tahun yang sama, Bezos menunjuk Will Lewis, mantan penerbit Wall Street Journal, untuk memimpin transformasi bisnis dan redaksi Post.

Kontroversi kian membesar ketika pada 2024 Bezos memutuskan menghentikan tradisi puluhan tahun Washington Post dalam memberikan dukungan resmi kepada calon presiden AS. Kebijakan itu memicu gelombang pengunduran diri editor dan penulis senior, serta mendorong ribuan pelanggan membatalkan langganan mereka.

Kolumnis olahraga Washington Post, Barry Svrluga, mengunggah tangkapan layar pesan perpisahan Lewis kepada staf. Dalam pesan tersebut, Lewis mengakui bahwa kepemimpinannya diwarnai “keputusan-keputusan sulit” demi menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Setelah dua tahun transformasi di Washington Post, sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mundur,” tulis Lewis dalam pesan internalnya.

Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru bagi Washington Post, yang kini menghadapi tantangan ganda, yaitu menjaga independensi jurnalistik sekaligus bertahan secara bisnis di tengah perubahan drastis industri media global. (Red(