Daerah Istimewa Yogyakarta Jadi Percontohan Embarkasi-Debarkasi Haji Berbasis Hotel

by
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Haris Meninjau Calon Jemaah Haji Saat Waktu Makan. FOTO: ISTIMEWA

BERITABUANA.CO, JAKARTA– Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar simulasi kedua embarkasi dan debarkasi haji Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Hotel Ibis Kulon Progo, Kamis (5/2).Kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan kesiapan operasional layanan haji berbasis hotel menjelang pemberangkatan jemaah haji tahun 2026.

Berdasarkan keterangan yang dikuip dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah RI (haji.go.id), Jumat (6/2/2026), Kegiatan tersebut didukung langsung sejumlah pemangku kebijakan termasuk Kanwil Kementerian Agama DIY.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti yang membacakan sambutan Gubernur DIY menyampaikan bahwa embarkasi haji di YIA bukan sekadar simpul transportasi, tetapi menjadi wajah pelayanan negara kepada jemaah. Menrutnya, pelayanan haji harus menjamin keberangkatan jemaah secara tertib, aman, sehat, dan humanis.

“Embarkasi haji bukan hanya urusan administrasi, tetapi cerminan kehadiran negara dalam melayani umat. Setiap jemaah harus merasa aman, tenang, dan dilayani dengan penuh penghormatan,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan, simulasi pertama yang digelar 13 Desember 2025 dengan melibatkan 300 calon jemaah menunjukkan tingkat kesiapan operasional mendekati 80 persen. Namun, masih diperlukan penyempurnaan pada efisiensi alur layanan, koordinasi lintas petugas, serta penguatan fasilitas bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan.

“Oleh karena itu, simulasi kedua ini menjadi tahap pematangan sistem agar seluruh proses, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengelolaan dokumen, keimigrasian, hingga boarding, berjalan terintegrasi dan presisi,” tegasnya.

Terobosan Pelayanan

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Haris, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan simulasi tahap kedua sebagai upaya memastikan kesiapan layanan haji di DIY.

Menurutnya, embarkasi berbasis hotel di DIY menjadi terobosan pelayanan yang diharapkan dapat menjadi percontohan nasional.

“Simulasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur dan standar operasional berjalan dengan baik. Kami ingin jemaah memperoleh kepastian layanan yang mudah, tertib, dan nyaman,” kata Abdul Haris.

Ia menambahkan, bahwa DIY menjadi daerah pertama yang melaksanakan layanan embarkasi haji berbasis hotel secara menyeluruh. “Model pelayanan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan haji sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Harus juga memberikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag DIY yang telah menunjukkan dukungan terbaik penyelenggaraan haji tahun ini.”Dukungan Kanwil Kemenag DIY adalah yang terbaik sejauh ini,” ungkapnya.

Kepala Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej yang turut hadir pada kesempatan ini juga menyebut Kemenag DIY akan terus memberikan dukungan kepada Kanwil Kemenhaj DIY.

“Haji adalah hajat akbar bersama, kami akan terus mendukung agar dapat berjalan baik khususnya di DIY,” ucap Ahmad Bahiej.

Kegiatan simulasi ini melibatkan unsur pemerintah daerah, otoritas bandara, TNI/Polri, petugas PPIH, tenaga kesehatan, serta relawan. Seluruh pihak diharapkan dapat bekerja dalam satu orkestrasi pelayanan agar pelaksanaan embarkasi haji di YIA berjalan profesional, tertib, cepat, dan humanis. (Fadloli)