PTDI – ShinMaywa Jepang Tandatangani Kontrak Pengadaan Komponen Pesawat Komersial

by
Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal (tengah) dan President Aircraft Division ShinMaywa Industries, Hideyuki Mochida, memperlihatkan penandatanganan kontrak. (Ist)

BERITABUANA.CO, SINGAPORE – Pada perhelatan Singapore Airshow 2026, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tanda tangani Purchase Agreement (PA) dengan ShinMaywa Industries, Perusahaan kedirgantaraan asal Jepang untuk pengadaan manufacturing part pesawat commercial jet seperti Boeing, Airbus dan Bombadier.

Adi Prastowo, Manager Komunikasi Perusahaan & Hubungan Kelembagaan PT DI kepada beritabuana.co Rabu (4/2/2026) menyampaikan Purchase Agreement ini ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal dan President Aircraft Division ShinMaywa Industries, Hideyuki Mochida, disaksikan langsung oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan di booth PTDI A-L31, Changi Exhibition Center,Singapore.

Melalui kerja sama ini, PTDI akan berperan sebagai global supply chain dalam program manufacturing part pesawat commercial jet seperti Boeing, Airbus dan Bombadier, dengan memproduksi sejumlah komponen aerostructure berdimensi besar yang menutut tingkat presisi tinggi, serta kepatuhan terhadap standar kualitas dan sertifikasi kedirgantaraan internasional.

“Keterlibatan PTDI dalam program pesawat jet bisnis kelas long-range ini menunjukkan kepercayaan OEM global terhadap kapabilitas teknis, kualitas sistem manufaktur yang dimiliki PTDI,” ujar Moh Arif Faisal dalam kesempatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi ini mencerminkan kepercayaan industri global terhadap kapabilitas manufaktur dan engineering aerostructure PTDI, sekaligus memperkuat peran PTDI dalam rantai pasok global OEM terkemuka di industri dirgantara.

Ia mengharapkan kerja sama antara PTDI dan ShinMaywa dapat menciptakan sinergi kapabilitas teknis dan industrial, sekaligus memperluas kontribusi kedua Perusahaan dalam rantai nilai industri kedirgantaraan global.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis yang menegaskan komitmen PTDI untuk terus mengembangkan kolaborasi internasional yang berkelanjutan, mendorong transfer pengetahuan, serta memperkuat kemandirian dan nilai tambah industri kedirgantaraan nasional,” pungkas Moh Arif Faisal. (Yus)