BERITABUANA.CO, DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok Fraksi Gerindra H. Turiman menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Depok.
Selain membuka lapangan kerja baru, program ini juga digadang mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Dampak tersebut, sudah mulai dirasakan secara nyata di wilayah Kecamatan Sukmajaya. Dengan adanya program Pak Presiden Prabowo Subianto berupa MBG ini, penyerapan tenaga kerja di Depok cukup signifikan,” jelas Turiman, dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Ia mencontohkan, di Kecamatan Sukmajaya saat ini terdapat 25 dapur MBG yang sudah beroperasi. Setiap dapur, rata-rata menyerap sekitar 50 tenaga kerja, di luar tenaga inti seperti ketua dapur dan ahli gizi yang berasal dari pusat.
“Jika kita ambil angka minimal 50 orang per dapur, berarti 50 dikali 25. Itu sudah sekitar 1.250 tenaga kerja yang terserap hanya dari dapur MBG di Sukmajaya,” tegasnya.
Turiman mengatakan, dampak MBG tidak hanya dirasakan oleh tenaga kerja yang terlibat langsung di dapur, tetapi juga oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
“Gairahnya sangat terasa sekali di masyarakat. Bukan cuma tenaga kerja di dapur MBG, tetapi UMKM juga cukup bergairah,” tandasnya.
Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan pendukung program MBG, seperti makanan ringan dan menu kering, banyak disuplai oleh UMKM lokal.
Menurutnya, hal tersebut membuka peluang usaha baru dan memperluas manfaat program pemberdayaan ekonomi di tingkat masyarakat.
“Untuk snack-snack dan makanan kering itu, kita ambil dari UMKM. Jadi penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi, berjalan bersamaan,” ulas anggota DPRD Dapil Sukmajaya itu.
Turiman menilai program MBG berpotensi terus meningkatkan penyerapan tenaga kerja secara lebih luas di Kota Depok, seiring bertambahnya jumlah dapur yang beroperasi.
Meskipun belum menghitung secara rinci total penyerapan tenaga kerja di seluruh Depok, ia memastikan dampaknya sudah terasa di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menyampaikan, secara keseluruhan jumlahnya di Depok cukup banyak. Namun, yang ia hafal memang hanya di wilayah Sukmajaya ada 25 dapur SPPG.
“Kita berharap ya, program MBG ini dapat terus berlanjut dan diperluas. Karena tidak hanya menyentuh aspek gizi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rki)







