BERITABUANA.CO, MADINAH – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah kembali menggulirkan program inovatif bertajuk Pasukan Kursi Roda atau Paskuda. Salah satunya digulirkan bagi jemaah haji asal Gunungkidul yang tergabung dalam Kloter YIA 10.
Program yang telah berjalan selama beberapa tahun ini menjadi jawaban nyata atas meningkatnya jumlah jemaah lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti).
Pembimbing KBIHU Aisyiyah, Faizu Sabani, menjelaskan inisiatif ini muncul menyusul dicanangkannya program Haji Ramah Lansia di tahun 2023 lalu. Meski kebijakan tersebut telah resmi diberlakukan, ketersediaan fasilitas di lapangan pada saat itu dirasa masih memerlukan dukungan tambahan dari berbagai pihak.
“Jumlah jemaah lansia dan risti terus bertambah, sementara fasilitas pendukung pada saat itu masih kurang memadai. Inilah yang melatarbelakangi kami untuk terus konsisten menjalankan Paskuda,” ujar Faizu Sabani Rabu (6/5/2026).
Tahun ini, lanjutnya, KBIHU Aisyiyah melakukan penguatan armada dengan membeli 6 unit kursi roda baru sesaat setelah mendarat di Madinah. Sementara itu, di Makkah sudah tersedia sekitar 12 unit yang siap digunakan untuk rangkaian ibadah jemaah.
Program Paskuda menawarkan alternatif yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan jasa sewa kursi roda di Makkah yang tarifnya tidak menentu dan cenderung tinggi. Jemaah cukup memberikan kontribusi seikhlasnya atau sebesar 250 SAR.
Biaya ini bukan sekadar tarif sewa, melainkan bentuk investasi jemaah karena nantinya kursi roda tersebut akan dihibahkan atau ditinggalkan di hotel agar bisa digunakan oleh jemaah umrah setelah musim haji usai.
“Banyak kursi roda kami yang pada akhirnya bermanfaat bagi jemaah lain. Setiap unit sudah diberi stiker penanda khusus agar mudah dikenali. Sehingga ketika kami kembali ke Tanah Suci untuk umrah, banyak kursi roda kami yang digunakan oleh jemaah. Rasanya bahagia sekali. Ini yang kami sebut investasi,” tambah Faizu. (Fadloli/Media Center Haji 2026).







