BERITABUANA.CO, JAKARTA– Wakil Komandan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono mengatakan bahwa Diklat PPIH yang digelar untuk membentuk petugas haji yang disiplin dan berintegritas. Hal ini dilakukan agar petugas haji nantinya benar-benar mampu menjadi pelayanan bagi jemaah.
“Di sisi kami yang mengawasi tentang Diklat, itu membuat satu kurikulum yang itu harapannya adalah untuk sampai pada tujuan utama. Tujuan utama dari Diklat itu kan membentuk petugas haji yang disiplin, membentuk petugas haji yang berintegritas, yang mampu melayani para jemaah, ” kata Muftiono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026) malam.
Muftiono mengungkapkan bahwa tujuan utama dari Diklat tersebut menjadi acuan bagi semua peserta apakah nanti bisa lolos atau tidak menjadi petugas PPIH 2026.
“Apabila tujuan utama itu, itu ada hal yang kurang, tentu saja itu kan menjadi indikator-indikator kegagalan bagi para peserta sentrik PPIH, ” ujarnya.
Muftiono menjelaskan bawa ada beberapa peserta yang tidak sampai karena menyangkut hal-hal tersebut diatas. Walaupun ada hal lain karena memang dari instansinya juga tidak mengizinkan.
“Karena mungkin mengganggu kerjaan, atau dari instansinya memang semuanya berangkat sehingga tidak ada di kantor, sehingga dia mengundurkan diri dengan kesadaran. Saya melihat itu dari sisi pendidikan, ” tuturnya.
“Tapi pada sisi yang lain, terkait dengan kegagalan itu, salah satunya karena memang faktor absensi, faktor yang terkait ikut pelajaran, tidak disiplin, dan tidak memenuhi syarat-syarat administrasi, dan juga terkait dengan faktor kesehatan. Banyak sekali hal yang semacam itu,” ucapnya seraya menambahkan bahwa panitia tidak bisa merinci secara detail satu persatu kepada publik terkait ketidaklokosan karena menjadi ranah bagi pengelola pendidikan latihan .
Tak Otomatis Lolos
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan tidak semua peserta yang mengikuti pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 otomatis lolos menjadi petugas.
Ia menjelaskan, hingga saat ini setidaknya ada enam orang peserta dinyatakan gugur dan dipulangkan karena berbagai faktor mulai dari masalah kesehatan hingga indisipliner.
“Ada yang ternyata hasil MCU-nya menunjukkan penyakit jantung, bahkan ada yang harus dipasang ring. Kami tidak mungkin mengambil risiko dengan memberangkatkan mereka. Rekomendasi dokter menyatakan tidak layak, maka dengan berat hati harus dicopot,” ujar Wamenhaj di sela-sela pemantauan persiapan penutupan diklat di Lapangan Galaxi, Makodau I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Wamenhaj menegaskan bahwa proses seleksi berjalan sangat objektif tanpa pandang bulu. Sebab, semua berjalannya kegiatan diserahkan kepada tim Diklat PPIH 2026 yang dikomandoi oleh Waka Diklat Kolonel (Purn) Muftiono.
“Nah, tim pelatih-pelatih ini tentu punya kriteria, dan kami serahkan sepenuhnya. Pak Menteri dan saya tidak pernah ikut campur terkait dengan kriteria dan standar penilaian mereka,” tegasnya. (Fadloli)







