BERITABUANA.CO, MADINAH – Cita rasa nusantara tetap menjadi prioritas utama dalam layanan katering haji 2026. Salah satunya adalah tempe yang akan dimasak dengan berbagai rasa untuk sajian bagi Jemaah haji.
Koki utama Katering Meez Marry, Abdurrahman, mengungkapkan keputusan memberikan porsi lebih untuk tempe didasari atas tingginya permintaan jemaah. Menurutnya, tempe dan tahu selalu menjadi menu yang paling sering diminta oleh jemaah yang mereka layani selama ini.
“Kami memproduksi tempe sendiri agar kualitas dan ketersediaannya terjaga. Selain melayani haji, kami juga melayani jemaah umroh, sehingga produksi tempe dan tahu dilakukan secara mandiri di dapur kami,” ujar Abdurrahman saat ditemui di sela kesibukannya menyiapkan konsumsi jemaah.
Meski menu telah ditetapkan secara resmi oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), variasi hidangan tetap mengedepankan keberagaman daerah di Indonesia. Jemaah akan disuguhi perpaduan rasa dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Sunda, hingga Pekanbaru. Beberapa menu unggulan yang disiapkan antara lain daging rendang dan ayam woku.
Sedangkan untuk menjaga keaslian rasa, Abdurrahman menjelaskan pihaknya menyiapkan bumbu rempah secara khusus.
“Bumbu dari Kemenhaj biasanya berbentuk pasta. Namun, untuk memperkuat rasa, kami menyediakan bumbu segar sendiri seperti sereh, lengkuas, daun jeruk, daun salam, kunyit, hingga jahe yang didatangkan langsung dari Indonesia,” tambahnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana menu lansia (seperti nasi tim atau bubur ayam) dipatok sebesar 10 hingga 20 persen, tahun ini layanan tersebut bersifat by request atau sesuai permintaan. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi tahun lalu lantaran banyaknya menu khusus lansia yang sudah disiapkan namun tidak dikonsumsi.
Tahun ini, Katering Meez Marry mendapatkan kuota untuk melayani 10.000 jemaah. Angka ini mengalami penyesuaian dari musim haji sebelumnya yang mencapai 14.000 jemaah.
Kebijakan penyetaraan kuota ini membuat Meez Marry menjadi satu dari hanya empat perusahaan katering yang dipercaya menangani jumlah jemaah dalam skala besar yang mencapai 10.000 jemaah.
Dapur Meez Marry sendiri diperkuat oleh tenaga profesional yang memahami lidah orang Indonesia. Sebanyak 22 pekerja asal Indonesia dikerahkan sebagai tenaga inti, yang dibantu oleh sejumlah tenaga pendukung dari Pakistan untuk memastikan operasional distribusi berjalan lancar dan tepat waktu.
Kadar Gizi Dipenuhi
Dalam kesempatan itu, Perwakilan tim pengawas dapur, Nova MH menambahkan kadar gizi menjadi perhatian khusus guna menjaga ketahanan fisik jemaah. Kebutuhan protein, karbohidrat, dan serat dipastikan terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan.
Seperti kebutuhan protein bisa diambilkan dari dagung sapi, ayam, ikan, telur dan tempe. Kemudian karbohidrat dari nasi dengan porsi terukur. Sedangkan vitamin dan serat melalui aneka sayuran dan buah seperti kentang, wortel, apel, pir, pisang dan lainnya.
Tidak lupa menu tambahan berupa puding yang diberikan saat makan siang untuk asupan serat.
Mengingat ketersediaan sayuran hijau yang cukup terbatas di Arab Saudi, Nova menyarankan agar penyedia katering menyiasatinya dengan memanfaatkan bahan yang tersedia seperti wortel dan kentang, tanpa mengurangi nilai gizi. Bahkan, menu khas nusantara seperti tempe tetap dihadirkan untuk menjaga selera makan jemaah.
Dengan pengawasan yang berlapis ini, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan kondisi fisik yang prima berkat asupan makanan yang sehat, bergizi, dan higienis. (Fadloli)







