BERITABUANA.CO, MADINAH- Layanan konsumsi bagi Jemaah Haji Indonesia di Madinah tahun 2026 dipastikan akan terasa seperti di rumah sendiri. Sebab, menu makanan yang disajikan akan seperti masakan yang ada di Indonesia.
Kepala Seksi Pelayanan Konsumsi Daker Madinah, Benny Darmawan, menyatakan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia akan mendapatkan total 27 kali makan selama masa tinggal sembilan hari di Kota Nabi.
“Insyaallah, jemaah akan mendapatkan makan tiga kali sehari. Tahun ini kami menekankan pada cita rasa otentik Indonesia,” ujar Benny saat ditemui di Madinah.
Sedangkan untuk menyediakan makanan jemaah haji, telah bekerjasama dengan 23 dapur.
Untuk menjaga konsistensi rasa di 23 dapur yang telah diseleksi ketat oleh Kementerian Haji dan Umroh tersebut, pemerintah mewajibkan penggunaan bumbu pasta asli Indonesia.
Langkah ini diambil agar menu yang disajikan tidak hanya sekadar nama, tapi benar-benar memiliki profil rasa Nusantara.
“Bumbunya sudah tiba di dapur-dapur, tinggal pakai. Ada 23 jenis bumbu pasta yang kami siapkan. Jadi, meski dimasak di dapur berbeda, rasanya akan tetap sama,” tambah Benny.
Selain bumbu, setiap dapur wajib memiliki minimal dua koki utama dan empat asisten masak dari Indonesia. (Fadloli)






