Investasi di Jabar Tembus Rp296 Triliun, Peluang bagi BJB jadi Bank Terbesar di Tanah Air

by
Pelayanan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB). FOTO: BJB.

BBERITABUANA.CO, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) bisa menjadi bank terbesar dan tersehat di Indonesia. Itu yang bisa dicapai dengan mengoptimalkan ekosistem investasi di Jawa Barat yang nilainya menembus Rp296,8 triliun.

Status BJB sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak boleh membatasi ruang geraknya. Karena itu, Kang Dedi mendorong agar Bank BJB berekspansi. Kuncinya terletak pada keberanian bermitra langsung dengan perusahaan-perusahaan industri yang menjadi penopang utama realisasi investasi di Tanah Pasundan.

“Bank BJB harus masuk ke area industri yang hari ini membuat investasi di Jabar tertinggi se-Indonesia, kalau semuanya menjadi mitra maka BJB akan jadi bank terbesar dan sehat,” kata Dedi Mulyadi dalam keterangan di Bandung, Sabtu (24/1/2026).

Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI menempatkan Jawa Barat sebagai juara investasi nasional sepanjang 2025.

Realisasi investasi di Jabar mencapai Rp296,8 triliun atau surplus hingga 109,9 persen dari target yang ditetapkan. Komposisi investasi tersebut dinilai seimbang dan potensial bagi sektor perbankan, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp147,02 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp149,8 triliun.

Kepercayaan investor asing maupun domestik yang begitu tinggi, harus ditangkap sebagai peluang captive market oleh BJB, bukan sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.

Di luar itu, selain menargetkan sektor korporasi dan industri, KDM juga menantang BJB untuk memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah dalam penyelesaian masalah sosial dasar.

Dengan semangat itu, BJB diminta terlibat aktif dalam program pembangunan rumah bagi rakyat miskin, pendirian sekolah-sekolah baru, pembiayaan pendidikan anak yatim, hingga akselerasi permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Gubernur Dedi Mulyadi mengemukakan, bank yang sehat dan visioner tidak hanya dilihat dari neraca keuangannya, melainkan lahir dari manajemen, jajaran komisaris, dan lingkungan perbankan yang memiliki integritas serta visi sosial kuat. (Osc).