Untuk Penguatan Fisik dan Mental, Petugas Haji 2026 Dilatih Baris Berbaris Hingga Sabtu Depan

by

BERITABUANA. CO, JAKARTA– Kementerian Haji dan Umrah RI mulai menempa fisik dan mental para petugas haji yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi Tahun 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Para peserta wajib mengikuti latihan baris berbaris selama satu minggu kedepan.

Kegiatan baris berbaris untuk penguatan fisik dan mental ini sudah digelar sejak Senin 12 Januari 2026. Kegiatan ini sendiri akan berlangsung hingga Sabtu 17 Januari 2026

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Suviyanto mengatakan bahwa petugas haji dituntut untuk memiliki stamina yang prima. Selain itu, petugas juga harus bisa menahan emosi dan mengelola stres di tengah dinamika lapangan yang sangat kompleks.

“Petugas harus kuat fisiknya, tangguh mentalnya, dan lapang hatinya. Karena yang kita hadapi adalah manusia dengan berbagai karakter dan kondisi,” kata Suviyanto saat memberikan pembekalan kepada peserta Kompi C di Gedung B Asrama Haji Pondok Gede,Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).

Ia menuturkan, seluruh petugas haji akan menerima materi dan praktik baris-berbaris oleh para instruktur yang berasal dari TNI/Polri. Hal ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, profesionalisme dan kesiapan dalam melayani jemaah haji.

Sebelumnya diketahui, Peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mulai mendapatkan pelatihan baris berbaris di hari ketiga pelatihan, Senin (12/1/2026) di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Materi pelatihan baris berbaris ini dimulai sejak pagi dan diikuti oleh ribuan peserta Diklat. Dimana, peserta diajari oleh para instruktur dan pelatih mengenai dasar-dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang diawasi langsung oleh Komandan Kompi (Danki) Charlie (C) Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Mayor Laut Haryadi.

Pantauan www.beritabuana.co dilokasi, para peserta terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan baris berbaris ini. Di Sela-sela pelatiha, peserta juga diajari menyanyikan ‘Yel-Yel’ agar peserta terus semangat.

Diketahui, Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Mochamad Irfan Yusuf mengatakan bahwa diklat tahun ini dirancang lebih ketat dengan pendekatan ‘semi militer’ untuk membentuk karakter petugas yang tangguh, disiplin, dan berintegritas.

“Diklat ini kami rancang secara komprehensif untuk membentuk petugas yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan kesiapan mental yang kuat,” ujar Menhaj RI saat memberikan sambutan pembukaan Diklat PPIH Arab Saudi, Minggu (11/1).

Gus Irfan begitu biasa disapa menuturkan bahwa pendekatan ini diterapkan melalui latihan fisik, peraturan baris-berbaris, simulasi pelayanan jemaah, serta pembekalan dasar bahasa Arab.

Untuk memperkuat kualitas pelatihan, Kemenhaj RI melibatkan fasilitator dari Markas Besar TNI dan Polri, khususnya dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama tim, serta ketahanan fisik dan mental peserta.(Fadloli)