Mahfuz Sidik: Partai Gelora Tumbuh Menjadi Parpol Berbobot Jelang Pemilu 2029

by
Sekjen DPN Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik. (Foto: GMC)

BERITABUANA.CO, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik menyatakan Partai Gelora memasuki periode kedua siklus lima tahunan kerja politik dengan fondasi yang kian matang dan berbobot, serta dinilai memiliki prospek kuat untuk bersaing pada Pemilu 2029.

Mahfuz mengatakan, sebagai partai politik yang lahir di penghujung 2019, Gelora menunjukkan laju pertumbuhan yang relatif cepat dan menjanjikan jika dibandingkan dengan sejarah perkembangan partai-partai baru di Indonesia.

“Kalau kita melakukan komparasi dari sejarah tumbuh kembangnya partai politik, kita patut bersyukur. Partai Gelora sebagai partai baru relatif memiliki bobot, tumbuh cukup baik, dan menjanjikan,” kata Mahfuz dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Menurut Mahfuz, pengalaman pada periode pertama, yakni 2019–2024, menjadi modal penting bagi Partai Gelora untuk memperbaiki dan memperkuat strategi organisasi pada periode kedua hingga 2029.

“Periode kedua lima tahun ini kita jadikan tolak ukur keberhasilan. Semua pengalaman di periode awal menjadi pelajaran penting dalam mengelola proses tumbuh kembang partai,” ujarnya.

Pada Pemilu 2024, Partai Gelora berhasil meraih 73 kursi legislatif di tingkat DPRD provinsi serta kabupaten/kota. Selain itu, partai ini juga mendapatkan posisi di eksekutif nasional dengan menempatkan kadernya sebagai Wakil Menteri Luar Negeri serta Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Mahfuz menegaskan capaian tersebut bukan semata-mata keberuntungan politik, melainkan hasil dari manajemen proses organisasi yang terukur. “Itu adalah prestasi Partai Gelora pada Pemilu lalu. Bukan karena takdir politik, tetapi output dari manajemen proses tumbuh kembang partai,” kata dia.

Ia mengingatkan bahwa seluruh partai politik harus berkompetisi dalam sistem pemilu dengan aturan yang sama, mulai dari persyaratan kepesertaan hingga ambang batas parlemen. Karena itu, penguatan manajemen, khususnya aspek administratif dan struktural, menjadi prioritas utama ke depan.

Saat ini, Partai Gelora telah menyelesaikan pembentukan kepengurusan DPP dan 38 DPW pada awal 2025. Untuk tingkat DPD, kepengurusan telah mencapai sekitar 80 persen, sementara pembentukan DPC ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2026.

“DPD tinggal sekitar 20 persen lagi dalam proses. DPC mulai kita lengkapi Januari 2026, dan target kita 100 persen,” ujar Mahfuz.

Menghadapi Pemilu 2029, Partai Gelora juga menyiapkan agenda strategis berkelanjutan, termasuk penguatan saksi di tempat pemungutan suara (TPS) dan tingkat penyelenggara pemilu.
Mahfuz menyebut keterbatasan saksi pada Pemilu 2024 menjadi pelajaran penting, karena berpotensi menyebabkan hilangnya suara di tingkat TPS dan PPK.

“Sekarang kita pastikan mampu menempatkan saksi dan mengamankan suara Partai Gelora secara maksimal,” pungkasnya.

Dengan konsolidasi organisasi dan strategi pemenangan tersebut, Mahfuz optimistis Partai Gelora mampu meraih perolehan suara signifikan dan menempatkan wakilnya di DPRD. (Ery) kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI pada Pemilu 2029.