BERITABUANA.CO, JAKARTA – Mengacu pada pada H+2 Natal menunjukkan arus kendaraan mengalir stabil tanpa penumpukan signifikan, ASDP memastikan kesiapan layanan menghadapi puncak libur Tahun Baru 2026, layanan penyeberangan Merak – Bakauheni, jalur ferry tersibuk di Indonesia, diharapkan tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Pemantauan Posko Merak memperlihatkan pergerakan kendaraan dari Jawa menuju Sumatera masih didominasi kendaraan roda empat dan bus. Tren ini mencerminkan pola perjalanan keluarga dan rombongan wisata yang mulai bergerak lebih awal untuk menghindari kepadatan di hari puncak. Secara agregat, trafik tercatat meningkat 2,6 persen dan diperkirakan terus bergerak hingga akhir Desember.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo kepada beritabuana.co di Jakarta, Senin (29/12/2025) mengatakan peningkatan tersebut masih berada dalam koridor aman. “Sebagai jalur penyeberangan tersibuk nasional, Merak – Bakauheni, kami pastikan tetap terkendali. Puncak arus mudik libur Tahun Baru diprediksi terjadi pada 30 – 31 Desember 2025, namun seluruh skema operasional telah disiapkan agar layanan berjalan lancar dan tertib,” tegasnya.
Kelancaran di lapangan, menurutnya, turut diperkuat oleh pengendalian operasional yang konsisten. “General Manager ASDP Cabang Merak Umar Imran Batubara menyatakan kesiapsiagaan petugas menjadi faktor kunci,” tutur Heru.
“Kami menjaga alur kendaraan tetap mengalir, mulai dari akses masuk hingga proses bongkar muat. Petugas disiagakan di seluruh titik pelayanan untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga,” kata Umar.
Sementara itu, lanjut Heru, dari sisi Pelabuhan Bakauheni, arus kendaraan dari Sumatera menuju Jawa menunjukkan dinamika berbeda. Kendaraan roda dua masih mendominasi dengan lonjakan signifikan. Tercatat 1.459 unit sepeda motor menyeberang pada H+2, meningkat 67,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 872 unit. Adapun kendaraan roda empat tercatat 3.460 unit, mencerminkan arus balik bertahap yang tetap terkendali.
Untuk kendaraan logistik dan angkutan umum, data Posko Bakauheni mencatat 2.770 unit truk menyeberang dari Sumatera ke Jawa, naik 1,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.724 unit. Jumlah bus mencapai 351 unit, meningkat 3,2 persen dari realisasi tahun lalu sebanyak 340 unit. Secara keseluruhan, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa pada H+2 tercatat 8.040 unit, atau naik 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Cegah Kepadatan
Mengantisipasi potensi lonjakan menjelang malam Tahun Baru, Heru menyatakan ASDP menyiapkan contingency plan melalui pengaktifan buffer zone dan delaying system di sejumlah titik strategis menuju Merak dan Bakauheni. Pengaturan ini ditujukan untuk menjaga kelancaran arus dan mencegah kepadatan di area pelabuhan.
Untuk itu, tambah Heru, ASDP mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket melalui kanal resmi, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal. Koordinasi dengan BMKG juga terus dilakukan untuk memantau kondisi cuaca.
“Dengan kesiapan tersebut, layanan penyeberangan Merak -Bakauheni diharapkan tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali hingga puncak libur akhir tahun 2025, dan memasuki tahhn baru 2025,” pungkas Heru melalui Windy Adale, Corporate Secretary ASDP. (Yus)







