Melki Laka Lena: KDKMP Terintegrasi dengan Program Unggulan Pemprov NTT

by
Gubernur NTT, Melki Laka Lena hadiri pembukaan pelatihan KDKMP. (iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat terintegrasi dengan program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.

Demikian disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat membuka Pelatihan KDKMP bagi para Business Assistant (BA), Project Manager Officer (PMO), dan tenaga pendamping desa/kelurahan, di Hotel Aston Kupang, Selasa (25/11/2025).

Melki Laka Lena menyebutkan program unggulan provinsi seperti One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product.

“Koperasi harus menjadi ruang produksi, hilirisasi, dan pemasaran bagi desa,” ujarnya.

Melki Laka Lena menegaskan bahwa KDKMP merupakan program prioritas Nasional, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Sesuai mandat Presiden sendiri, KDKMP harus menjadi penggerak ekonomi rakyat dan pendorong kemandirian ekonomi desa,” tegas Gubernur.

Dia juga menyoroti potensi ekonomi desa yang selama ini belum dimanfaatkan optimal, mulai dari kopi, kakao, mete, garam, rumput laut hingga energi baru terbarukan dan pariwisata.

“Ini spiritnya gotong royong (kita harus) jalan bareng-bareng, bersama-sama. Jangan jalan sendiri. Karena sekali lagi, spirit koperasi itu dari, oleh, dan untuk anggota. Dalam konteks ini berarti dari, oleh, dan untuk masyarakat yang ada di tempat itu. Di desa itu, di kelurahan itu,” himbaunya.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Usaha Kemenkop UKM, Panel Barus, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia pendamping merupakan prioritas dalam pengembangan KDKMP di seluruh Indonesia.

“SDM adalah penentu utama keberhasilan koperasi,” ujar Panel Barus.

Ia menyebut bahwa pelatihan dirancang untuk membekali pendamping dengan kemampuan manajerial, teknik pendampingan, tata kelola modern, hingga kemampuan mengoperasikan sistem informasi manajemen koperasi yang menjadi basis data digital Koperasi Merah Putih.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Jusuf Lery Rupidara, melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 404 peserta, terdiri atas 221 PMO dan Business Assistant, serta 183 tenaga ahli pemberdayaan P3MD.

“Pelatihan menghadirkan narasumber dari Politani Kupang dan Politeknik Negeri Kupang, dengan materi yang difokuskan pada penguatan kapasitas teknis, manajerial, dan pendampingan lapangan untuk mendukung keberhasilan KDKMP di seluruh wilayah NTT,” kata Lery. (iir)