INSPEKTUR Jenderal Dr Andry Wibowo SIK, sebagai Analis Kebijakan Utama Jiambang, Lemdikpol, baru-baru ini mewakili Kapolri mengikuti konferensi ekslusive Kepala Kepolisian dari 34 negara yang dinamakan “Pearls in Policing” di Den Haag, Belanda, 5-9 Juni 2026.
“Pearls in Policing” merupakan inisiatif pemerintah Belanda (Kepolisian Belanda) dalam rangka mengkonsolidasikan beberapa kepolisian dari negara peserta seperti Belanda, Perancis, Swiss, Irlandia, Amerika Serikat, Australia, Singapura, Hongkong, Indonesia, Yordania, UEA, Estonia, Brazilia, Chile dan beberapa negara lain.
Adapun tujuan dari pertemuan ini adalah membahas secara periodik ( per tahun ) kondisi geopolitik global serta implikasinya terhadap situasi keamanan dan kedamaian dunia.
Sebab, peran kepolisian dianggap sangat strategis untuk mengelola isu isu keamanan dan kedamaian tanpa terjebak pada polarisasi politik dunia , karena tugas polisi secara universal memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat tetap terpelihara dan terjaga
Mengingat pesertanya adalah para kepala polisi atau urusan perwira tinggi senior, maka perdebatannya adalah menformulasikan nilai nilai strategis pemimpin dan kepemimpinan yang sama di antara para peserta sebagai pondasi mekanisme kolaborasi Intra kepolisian dan antar kepolisian dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk pihak pihak swasta.
Metode pelaksanaan pertemuan dilakukan dengan metode diskusi eklusive para peserta serta studi lapangan dari praktek strategis dari model kepemimpinan yang berintegritas dan profesional dalam menghadapi multi sektor problem dan aktor.
Pada kesempatan ini model kasus yang dipelajari adalah implikasi perang antar negara yang berdampak pada kerusuhan sosial di negara lain ; kebijakan politik tentang penangananan imigran di Amerika Serikat dan sikap asosiasi kepala kepala kepolisian Amerika Serikat terhadap kebijakan tersebut serta yang terakhir adalah keberhasilan Kepolisian Pelabuhan Roterdam dalam membangun ekosistem hukum , keamanan dan bisnis yang sehat sehingga pelabuhan Roterdam sebagai pusat pelabuhan Eropa mampu menjamin terselenggaranya simbiosa bisnis yang sehat antarnegara dan mencegah munculnya ruang kejahatan korupsi birokrasi dan pelaku usaha ; kartel persenjataan; nartkotika dan penyelundupan orang yang berbahaya bagi keamanan dan kedamaian Eropa. (nico.k)







