BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Ketrosden Triasmitra, Tbk (IDX: KETR) dan PT Ekamas Mora Republik, Tbk (“MoraRepublic” atau IDX: MORA) resmi mengoperasikan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 yang telah dibangun pada Mei 2026, kemarin.
Dalam acara seremoni pengoperasian yang dihadiri para pelaku usaha telekomunikasi, Direktur Utama dan CEO PT Ketrosden Triasmitra, Tbk, Titus Dondi Patria berharap Rising 8 akan menjadi pilihan solid bagi para pelanggan yang membutuhkan koneksi handal baik dalam maupun luar negeri.
“Rising 8 kini sudah ready for service. I merupakan hasil kerja sama tim selama beberapa tahun terakhir, yang di mulai dari perencanaan, penggelaran, hingga testing dan commissioning,” kata Titus Dondi dalam keterangannya, di Jakarta, dimuat Kamis (18/6/2026).
Dikatakan dia, proyek Rising 8 untuk pertama kalinya pihaknya melakukan penggelaran SKKL secara mandiri dari sejak perizinan, penggunaan kapal, sampai tenaga ahlinya.
“Sehingga kami sangat percaya diri untuk menggarap proyek-proyek penggelaran SKKL berikutnya,” tambahnya.
Masih dikatakan dia, beroperasinya Rising 8 menambah pilihan jalur konektivitas di koridor Indonesia-Singapura, salah satu rute digital tersibuk di Asia Tenggara.
Sehingga, sambungnya, ketersediaan jalur alternatif ini penting untuk redundansi jaringan dan kontinuitas pelayanan, terutama bagi operator dan perusahaan yang menjalankan aplikasi kritis untuk operasional.
Lebih lanjut, ia menjelaskan segmen yang sudah tergelar adalah segmen pertama Jakarta – Batam, sedangkan segmen Batam – Singapura akan menjadi proyek berikutnya. Sistem ini telah melewati fase testing dan commissioning serta siap melayani kebutuhan konektivitas Digital Indonesia.
Rising 8 merupakan sistem kabel laut sepanjang 1.128,5 kilometer yang menghubungkan Jakarta (TanjungPakis) – Batam (Tanjung Bemban) hingga ekstensi ke Singapura. SKKL ini menggunakan teknologi repeatered system dan telah tersedia untuk operator telekomunikasi serta enterprise yang membutuhkan jalur konektivitas berkualitas tinggi.
Sementara itu, Direktur Utama dan CEO PT Ekamas Mora Republik, Tbk, Timotius Max Sulaiman menambahkan, penyelesaian penggelaran segmen Jakarta–Batam merupakan langkah penting dalam upaya pihaknya membangun infrastruktur digital yang mampu mendukung kebutuhan Indonesia saat ini maupun di masa depan.
“Infrastruktur telekomunikasi yang kuat tidak hanya meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital dan percepatan pemerataan akses digital di Indonesia,” kata Timotius.
“Sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap kehadiran Rising 8 dapat meningkatkan kualitas layanan digital untuk masyarakat Indonesia. Dengan kapasitas besar, aktivitas seperti transaksi perbankan, belanja online, pembelajaran daring, hingga bekerja dan berkomunikasi dari rumah dapat berjalan lebih lancar dengan meminimalisir gangguan konektivitas.
“Rising 8 melengkapi ekosistem konektivitas yang sudah ada dengan menyediakan keragaman jalur untuk lalu lintas Indonesia-Singapura,” ungkapnya.
Bagi operator yang sudah menggunakan jalur existing, kata dia, Rising 8 dapat berfungsi sebagai cadangan atau untuk pembagian beban. Sehingga, bagi perusahaan, ketersediaan jalur ganda berarti risiko downtime yang lebih rendah. Hal ini berarti mengurangi risiko putusnya layanan yang dapat menghambat kegiatan sehari-hari yang semakin bergantung pada koneksi internet.
Target market Rising 8 mencakup operator telekomunikasi, Penyedia Layanan Internet (ISP), penyedia konten, dan perusahaan dengan kebutuhan bandwidth tinggi seperti layanan keuangan, penyedia cloud, dan operator data center. Rute SKKL ini strategis karena Singapura merupakan pusat digital regional dengan konsentrasi tinggi data center dan infrastruktur cloud.
Dengan beroperasinya Rising 8, Triasmitra dan MoraRepublic memperkuat posisinya di pasar konektivitas internasional. Kedua perusahaan melihat potensi pertumbuhan yang baik mengingat meningkatnya permintaan bandwidth di koridor Indonesia-Singapura, yang didorong oleh perluasan layanan cloud, digitalisasi perusahaan, dan pertumbuhan layanan digital.
Diharapkan kehadiran Rising 8 tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga mendorong dampak berkelanjutan melalui percepatan pemerataan akses digital di Indonesia, penguatan daya saing ekonomi, serta pengembangan ekosistem digital yang semakin terintegrasi dan inklusif. (Kds)







