Ketua KMI Sambut Baik Pujian Prabowo untuk Kapolri: “Ini Arah Baru Penegakan Hukum”

by
Ketua Kaukus Muda Indonesia, Edi Homaidi. (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA — Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Homaidi, mengapresiasi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang secara terbuka memuji kinerja Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, saat kunjungan kerja ke Kalimantan Barat.

“Ucapan Prabowo merupakan sinyal penting terhadap arah baru institusi Polri yang lebih berpihak kepada rakyat,” kata Edi dalam keterangan persnya, Kamis (5/6/2025).

Ia menilai pujian itu bukan sekadar bentuk penghargaan personal, melainkan pengakuan terhadap transformasi kelembagaan yang tengah berlangsung di tubuh Polri.

“Apa yang disampaikan Pak Prabowo adalah arahan moral dan strategis yang menandai pergeseran paradigma dalam penegakan hukum: dari yang elitis menjadi partisipatif,” katanya.

Sebagai representasi kelompok muda lintas organisasi, KMI menilai pendekatan yang lebih humanis dan transparan dari Polri akan menjadi fondasi penting bagi reformasi sektor keamanan nasional. Menurut Edi, respons cepat Kapolri terhadap visi Prabowo mencerminkan kesiapan institusi untuk bergerak adaptif menghadapi tantangan era digital dan transisi politik nasional.

“Polri hari ini sudah jauh lebih terbuka dan bersedia menjadi mitra masyarakat, bukan sekadar aparat penegak hukum. Tapi pekerjaan belum selesai—reformasi dari dalam harus terus diperkuat,” ujarnya lagi

Keberhasilan Polri

Edi juga menyoroti keberhasilan Polri dalam sejumlah isu strategis, mulai dari pemberantasan judi daring, perlindungan hak asasi manusia, hingga peran aktif menjaga stabilitas menjelang pemilihan kepala daerah. Ia menyebut hal itu sebagai bentuk kepemimpinan yang tanggap terhadap dinamika publik.

KMI, lanjutnya, akan terus mengawal proses reformasi Polri, termasuk mendesak agar agenda transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas.

“Kami siap menjadi mitra kritis. Reformasi tak boleh hanya menjadi jargon, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah,” pungkas eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu. (Ery)