Kepemimpinan Visioner Sinode GMIT Luncurkan 13 Sekolah Unggul Bentuk Solusi Inovatif

by
Para Pejabat Teras Sinode GMIT foto bersama. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) umumkan peluncuran 13 sekolah unggul, dari 581 sekolah GMIT yang ada,

sebagai bagian dari upaya solusi inovatif pendidikan berkeadilan.

“Dengan berani, kami mengambil langkah untuk tidak hanya bernostalgia pada
masa lalu, tetapi beradaptasi dengan tantangan dan kompleksitas dunia modern,” kata Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie saat peluncuran 13 sekolah unggul, di Kantor Sinode GMIT, Kamis (31/10/2024).

Pdt. Samuel Pandie menekankan kegelisahan yang dirasakan, terkait kondisi pendidikan saat ini, termasuk masalah manajemen tata kelola, fasilitas, pendanaan, dan kekurangan guru.

“Jalan terbaik untuk menjaga keseimbangan, ialah realistis, jujur, dan mulai dengan apa yang ada,” tegas Pdt. Samuel Pandie.

Karena itu, tambah dia, memulai lewat peluncuran sekolah unggul ini, sebagai awal dari perjalanan panjang, menuju pendidikan yang berkeadilan dan berkarakter.

“Sekolah-sekolah unggul ini dirancang dengan fokus, pada aspek-aspek krusial yang mendukung pendidikan berkualitas, termasuk kurikulum yang relevan, proses pembelajaran yang efektif, fasilitas yang memadai, dan kepemimpinan yang kuat,” paparnya.

Dalam rangka mencapai visi pendidikan berkeadilan, ungkap dia, GMIT ingin memastikan bahwa sekolah-sekolah ini, tidak hanya berfungsi sebagai tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi yang sangat penting dalam membentuk karakter, melestarikan warisan budaya, dan mempersiapkan generasi pemimpin masa depan.

“Kami tidak ingin menghasilkan generasi yang hanya cerdas secara akademis,
tetapi juga memiliki karakter yang baik, kerjasama, dan empati,” tambahnya.

Pdt. Samuel Pandie juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah, dan pemangku kepentingan.

“Kami ingin menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, kami butuh dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat, agar kami juga tidak dipandang sebagai warga kelas dua,” pinta dia.

Karena menurut Pdt. Samuel Pandie, kecerdasan tidak bisa diupayakan hanya oleh individu, satu dua kelompok tapi
merupakan kolaborasi dari semua pihak pungkasnya.

Peluncuran 13 sekolah unggul ini menjadi langkah konkret untuk menghadirkan pendidikan yang sesuai dengan tantangan zaman dan menyiapkan generasi penerus gereja yang unggul dan kompetitif. (iir)