BERITABUANA.CO, WAINGAPU – NTT Mart Sumba Timur secara resmi diluncurkan, dalam mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Peresmian dilaksanakan Wagub NTT, Johni Asadoma, Kamis (22/1/2026), didampingi Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, didampingi Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam peluncuran NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Sumba Timur.
“Kehadiran NTT Mart mencerminkan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor, dalam membangun NTT,” ujar Johni Asadoma.
Johni Asadoma menegaskan bahwa sejalan dengan Asta Cita Nasional, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Hilirisasi menjadi strategi penting untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“NTT Mart bukan sekadar toko modern, tetapi platform pemasaran produk lokal yang menghubungkan UMKM, petani, nelayan, dan pengrajin NTT dengan pasar nasional hingga internasional,” tegas Jhoni Asadoma.
Pulau Sumba, menurutnya, memiliki kekayaan alam dan budaya yang autentik, mulai dari tenun ikat Sumba, produk pertanian dan perkebunan, hingga berbagai kerajinan lokal yang memiliki peluang besar untuk dipasarkan secara lebih luas. Melalui NTT Mart, potensi tersebut dihadirkan dalam satu ruang promosi dan pemasaran yang dikelola secara profesional.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani menyampaikan rasa bangga atas kehadiran NTT Mart sebagai gerai modern pertama di Kabupaten Sumba Timur yang secara khusus memberi ruang bagi pelaku IKM dan UMKM.
Menurutnya, NTT Mart menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang tertinggal, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pelayanan dasar, tetapi juga pada penguatan ekonomi rakyat.
“NTT Mart hadir sebagai wadah dan ruang perjuangan bagi para pelaku IKM dan UMKM yang selama ini berjuang secara sunyi menopang ekonomi keluarga. Ini menjadi solusi nyata bagi penguatan UMKM di Sumba Timur,” ujarnya.
Yonathan Hani juga menegaskan bahwa momentum ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghapus stigma negatif terhadap NTT dan Pulau Sumba, dengan menunjukkan bahwa daerah ini memiliki produk berkualitas dan berdaya saing.
Sebelumnya, dalam laporannya, Kabid Pengembangan dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Herlyn Silvy Manafe, menyampaikan bahwa kehadiran NTT Mart merupakan wujud nyata transformasi ekosistem perdagangan daerah menuju sistem pemasaran yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.
“Hal tersebut sejalan dengan Dasa Cita Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, khususnya Dasa Cita 1: Dari Ladang dan Laut ke Pasar yang Efisien, Modern, dan Aman Mendukung Hilirisasi, serta implementasi Program Prioritas Ayo Bangun NTT melalui Gerakan Beli Produk NTT,” ucapnya.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumba Timur, Dekranasda Kabupaten Sumba Timur, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan dengan semangat Ayo Bangun NTT. (ret)







