BERITABUANA.CO, DEPOK – Balai Benih Ikan (BBI) Kota Depok, tengah mengembangkan program ikan gurame soang dan tutug oncom (TO). Ikan air tawar gurame dikembangkan, lantaran memiliki daya tarik tersendiri, sehingga banyak dibudidayakan petani.
Kepala UPTD BBI Kota Depok Ma’mun Solihin mengatakan, pengembangan gurame soang dan TO asal Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, dilakukan sejak setahun belakangan.
“Gurame dibudidayakan lantaran melihat kondisi air, sangat memungkinkan untuk tumbuh, asalkan air jangan tercemar,” jelasnya, Kamis (11/7/2024).
Kondisi air di kolam BBI, ungkapnya, masih kurang secara kuantitas karena aliran air berasal dari kali. Namun, pihaknya membuat tendon air untuk mengantisipasi jika terjadi kekeringan.
“Air di BBI kalau untuk jenis ikan air tawar lainnnya, seperti emas dan tawes kurang karena airnya harus bagus. Tapi untuk gurame, sangat memungkinkan. Dari satu ekor induk ikan gurame, bisa menghasilkan 2.000-3.000 telur,” ujarnya.
Ia mengakui, sejak bertelur turun ke kolam benih, ikan rawan mati hanya sekitar 50 persen hidup. Namun, kematian ikan tersebut tergantung cuaca, kalau cuaca bagus kematiannya sedikit.
Untuk itu, sambung Mamun, budidaya ikan gurame cukup bagus hasilnya, sehingga program tersebut terus berjalan.
Ia mengemukakan, jenis ikan gurame yang pihaknya kembangkan mulai dari gurame albino, hitam dan TO.
“Ikan-ikan tersebut, kami budidayakan dengan ukuran variasi. Kita targetkan 100 induk ikan gurame, yang ada saat ini baru 30 induk ikan gurame,” tukasnya.
Mengenai harga induk ikan gurame satu paket, bebernya, sekitar 40 induk ikan siap telur Rp 15 juta, di BBI Provinsi Jawa Barat. (Rki)







