Menkominfo: Pemerintah Ingin Membangun Pers Berkualitas

by
Menkominfo RI, Budi Arie Setiadi. (Foto: Setneg)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, pemerintah belum menerima draft resmi Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran.

“Terus terang soal RUU Penyiaran ini kita belum menerima draf resmi (dari DPR RI ) ,tunggu aja ya nanti,” kata Budi Arie menjawab wartawan seusai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Senin(10/6/2024).

Kepada wartawan, Budi Arie Setiadi menyatakan , semangat kita adalah ingin membangun pers yang berkualitas, jurnalisme yang berkualitas dan juga bisa melindungi kemerdekaan.

Soal adanya pasal kontroversi yang memicu polemik di masyarakat atas RUU Penyiaran ini , Budi Arie mengatakan bahannya saja belum diterima, sehingga masalah kontroversi itu supaya ditunggu saja saat pembahasan.
“Draft resmi saja belum diterima oleh Kementerian, koq dibahas, kita membahas sesuatu yang belum jelas,”ujarnya.

Terkait derasnya kritik dari masyarakat terhadap revisi UU Penyiaran, Badan Legislasi atau Baleg DPR RI telah menunda pembahasannya. Antara lain pasak yang mendapat sorotan adalah posisi Dewan Pers dan poin yang menyangkut jurnalisme investigasi.

Pada kesempatan wawancara itu, wartawan juga menanyakan soal ide dibentuknya dewan media sosial. Menkominfo Budi Arie menyatakan, hal ini masih tahap diskusi banyak pihak. Diskusinya termasuk diskusi kajian akademik, karena perlunya antisipasi atas perkembangan sosial media di dunia.

Meski begitu kata Budi Arie, semangat dari dibentuknya dewan media sosial ini adalah dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

“Ini lagi diskusikan, ini perkembangan ke depan ya namanya sosial media ke depan ini perlu berbagai lembaga atau badan yang bisa menjadi rujukan,”kata Budi Arie.

Ditambahkan, spiritnya sama seperti Dewan Pers, ada semua dari unsur masyarakat di dalamnya . (Asim)