Kementerian ESDM Sosialisasikan PSPE Cipanas

by
Suasana audensi dan sosialisasi Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) Cipanas di Gedung Berlian Resort Cipanas-Cianjur. Jumat,21/10/2022 (Foto:YS)

BERITABUANA.CO, CIANJUR – Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) RI melakukan audensi, sekaligus sosialisasi pelaksanaan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) Panas Bumi bersama PT Daya Mas Geopatra Pangrango (PT-DMGP) di wilayah PSPE Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (21/10/2022). Sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Berlian Resort Cipanas.

Perwakilan dari kantor Kementerian ESDM RI sekaligus ditunjuk Sub Koordinator Penyiapan Sumberdaya Panas Bumi dan Evaluasi, PSPE-Cipanas, Andi Susmanto mengatakan sosialisasi ini dibuka oleh Direktur Panas Bumi EBTKE, Harris secara virtual. Lalu ia menjelaskan Kegiatan ini baru tahap survei pendahuluan di wilayah Cipanas.

“Jadi nanti ada beberapa tahapan selanjutnya. Sosialisasi ini awal dilakukan untuk pemahaman yang lebih detil dari masyarakat. Nanti akan dinampakkan sosialisasi-sosialisasi yang tentunya akan lebih insentif oleh badan usaha pelaksana PSPE dalam hal ini PT DMGP,” jelas Andi.

Adapun sosialisasi awal yang dominan sosialisasi secara umum ‘bagaimana panas bumi itu. Maka pihaknya menampilkan gambaran panas bumi itu sebagai energi lingkungan yang bersih.

“Perlu diketahui juga, bahwa Indonesia memiliki surganya panas bumi karena memiliki kapasitas pasang nomer dua dan cadangan panas bumi nomor dua di dunia. Diharapkan segera naik bahkan menjadi peringkat pertama untuk pengembangan panas bumi di dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut Andi mengatakan, bahwa panas bumi di kawasan Indonesia itu lebih dari 35 tahun dan sudah dinikmati bersama-sama dalam bentuk listrik. Dalam pengembangan ini, pemanfaatan lainnya tentu ada di area-area setempat.

“Jadi yang kita dorong bagaimana rencana pengembangan ini untuk pengembangan menggantikan energi fosil ini dapat berjalan lancar,” tukasnya.

Soal dipilihnya panas bumi Gunung Gede, Andi menyebutkan bahwa kriterianya adalah secara tehnis memiliki temperatur reservoir yang cukup tinggi di atas 230 derajat Celsius yang sangat bagus untuk pengembangan panas bumi, baik menggunakan teknologi konvensi onal maupun tehnologi engineering.

Selain itu, dari aspek kelayakan tentunya diharapkan untuk energi yang secara keekonomian juga dapat terjangkau masyarakat, harga nanti yang ke PLN tentunya sudah diatur juga di dalam Perpres 112 Tahun 2002 (yang baru terbit).

“Terkait dengan sosial dan lain-lain, tentunya sosialisasi hari ini yang sedang dikoordinasikan oleh Kementerian melibatkan steakholder, baik diwakilinya dari Kementrian ESDM, Kementrian LHK, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP), Kantor ATR/BPN, Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur,
Camat Pacet dan Cipanas, Polsek, Koramil 0608-04 CJR, Kepala Desa (Kades) Sindangjaya, Kades Sukatani, Kades Cipendawa, para tokoh masyarakat dan pemuda Desa Sindangjaya, Sukatani dan Desa Cipendawa. Koordinator di lingkungan Direktorat Panas Bumi dan Pihak PT DMGP,” katanya. (Yan)