BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pengamat politik Ujang Komarudin memperkirakan posisi juru bicara (jubir) Presiden Jokowi akan dikosongkan setelah Fadjroel Rachman meninggalkan pos tersebut karena akan menjadi Dubes RI untuk Kazakhstan.
“Kelihatannya posisi jubir akan dikosongkan. Karena selama ini posisi jubir tak bisa mengkomunikasikan antara kepentingan istana ke publik,” kata Ujang menjawab beritabuana.co di Jakarta, Jumat (22/10/2021).
Menurut Ujang, selama ini fungsi bumper soal komunikasi politik diperankan oleh orang-orang Kantor Staf Kepresidenan atau KSP serta Sekretariat Negara (Sekneg).
“Bumper, yaitu pasang badan atau bisa dimaknai bantalan bagi pihak istana justru oleh KSP dan Sekneg,” kata dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini.
Tetapi Ujang Komarudin berpendapat, posisi jubir presiden masih diperlukan. Tetapi soal orangnya, harus dicari orang yang tepat.
“Soal orangnya saya tak tahu. Karena untuk komunikasi ke publik dengan satu pintu, sehingga komunikasinya terarah dan terukur,” ujarnya.
Dikatakan, selama ini orang-orang yang di istana banyak yang merasa menjadi jubir pemerintah.
Seperti diketahui, Fadjroel Rachman akan segera dilantik sebagai Dubes RI untuk Kazakhstan Mantan aktivis mahasiswa ini dilantik sebagai jubir Presiden Jokowi sejak 21 Oktober 2019. (Asim)







