PPKM Diperpanjang, Pengamat Ingatkan Potensi Kenaikan Kasus Aktif Covid-19

by
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah. (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan Level 2 di wilayah Jawa-Bali sampai 16 Agustus 2021. Sedang PPKM Level 4 di 45 Kabupaten/Kota di luar Pulau Jawa dan Bali juga diperpanjang selama dua minggu dari tanggal 10 hingga tanggal 23 Agustus 2021.

Jika di Jawa-Bali ada kemajuan, yaitu dari data yang ada menunjukkan penurunan kasus aktif Covid-19 hingga 59,5 persen dari puncak kasus pada 15 Juli 2021 lalu, maka kasus aktif Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali masib cukup tinggi. Karena itu tujuan perpanjangan PPKM Level 4, 3 dan Level 2, baik di wilayah Jawa-Bali serta di luar Jawa-Bali, seperti disampaikan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Panjaitan dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (9/8/2021) malam, sebagai upaya untuk semakin mengendalikan penyebaran Covid-19.

Terkait dengan ini, pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah penurunan kasus aktif Covid-19 memang belum signifikan, belum seperti yang diharapkan.

“Begitu gambarannya, masih dianggap fluktuatif,” kata Trubus menjawab beritabuana.co lewat sambungan telepon.

Bukan hanya itu, Trubus juga memperkirakan, kasus aktif Covid-19 ini akan mengalami trend kenaikan. Akan bertambah lonjakan kasus aktif Covid-19 mengingat mobilitas masyarakat ternyata tinggi yang membuat penularan juga tinggi.

Penyebabnya menurut Trubus, karena varian baru virus Corona, yaitu virus delta. Ditambah pembukaan atau pelonggaran sejumlah sektor misalnya seperti pasar tradisional. Sementara, vaksinasi masih berjalan lambat atau belum sesuai target.

“Kemungkinan masih bisa  naik lagi, karena aktivitas masyarakat juga tinggi,” katanya.

Dosen di Universitas Trisakti Jakarta ini sendiri berharap sudah tidak ada kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Karena dampak dari penerapan PPKM baik darurat maupun Level 4 sudah luar biasa ke semua aspek kehidupan masyarakat. Terutama dalam dunia pendidikan, dampak yang diakibatkan sudah dirasakan oleh sebagian masyarakat, baik tingkat SLTA maupun perguruan tinggi.

Untuk itu Trubus kembali mengingatkan pentingnya dua hal dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan PPKM ini. Yaitu, pengawasan harus diperketat lagi dalam hal protokol kesehatan (prokes), dengan 5 M ditambah 3 T dan kedua, program vaksinasi bisa dipercepat lagi.

“Dua hal ini yang bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Mobilitas masyarakat tetap tinggi tidak apa-apa, tetapi yang penting adanya pengawasan ketat dan vaksinasi,” tutup Trubus. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *