KPLP Evakuasi Jenazah ABK WNI dari Kapal Ikan China

by
IMG-20210722-WA0044_copy_512x327
Kapal Patroli KPLP KN Kalimasadha P. 115 (kiri) saat melakukan evakuasi jenazah ABK WNI dari kapal ikan China di Perairan Kepulauan Riau (Kepri).

BERITABUANA.CO, KEPRI – Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yang berpangkalan di Pangkalan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban, Kepulauan Riau (Kepri) telah melakukan evakuasi jenazah Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Kapal berbendera Cina, yakni Kapal Taihong 6.

“Sebagaimana disampaikan Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban Capt. Handry Sulfian, usai Hari Raya Idul Adha pihaknya mendapat tembusan Surat dari Kementerian Luar Negeri perihal Permohonan bantuan repatriasi Jenazah ABK WNI atas nama Riki Ansiah Samosir melalui Jalur laut ke Batam. ABK tersebut sebelumnya bekerja pada Kapal Taihong 6,” ungkap Kabag Organisasi dan Humas Ditjen Hubla, Wisnu Wardana, di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Capt. Handry mengatakan, setelah berkoordinasi dengan BASARNAS Pusat dan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) terkait evakuasi jenazah ABK kapal berkebangsaan WNI tersebut, atas instruksi Direktur KPLP, Ahmad kemudian juga berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait di Kepulauan Riau.

Direktur KPLP Ahmad dalam proses evakuasi langsung memerintahkan Kepala Subsie Operasi untuk mengerahkan kapal patroli KN. KALIMASADHA P.115 beserta crew untuk menuju lokasi penjemputan jenazah di Perairan Batu Ampar.

Dalam evakuasi, ungkap Capt. Handry, pada pukul 18.30 WIB kapal patroli KN. Kalimasadha P.115 WD merapat di lambung kiri Kapal Taixiang 6 pada posisi 01 10. 381 N/103 58.838 E dan melakukan proses Evakuasi jenazah Ke KN. Kalimasadha – P.115 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan “Tepat pukul 19.00 WIB kapal patroli KN. Kalimasadha P.115 WA berhasil mengevaluasi jenazah dari kapal Taixiang 6,” tuturnya.

Kemudian, tambah Capt. Handri, tepat pukul 19.30 WIB kapal patroli KN. Kalimasadha P. 115 sandar di Pelabuhan Batu Ampar dan Jenazah di bawa menggunakan Ambulan dari Polresta Barelang untuk ditangani lebih lanjut.

“Kegiatan ini tidak akan berhasil bila tidak ada nya koordinasi yang baik dengan Instansi terkait dilapangan yaitu KSOP KHUSUS BATAM,POLAIR BAHARKAM dan Batam, INAFIS POLRESTA Barelang, Karantina, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Basarnas dan Imigrasi,” pungkas Capt. Handry. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *