Peringati HANI di Tengah Pandemi, Novita Gerindra: Kesadaran Bahaya Narkoba Harus Ditingkatkan

by

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni diharapkan menjadi momentum bagi semua elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran akan bahayanya narkoba.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Novita Wijayanti dalam memperingati HANI 2021 kepada awak media, di Jakarta, Sabtu (26/6/2021).

“Selamat memperingati HANI 2021, semoga dengan memperingatinya, kita semakin peduli untuk saling mengingatkan akan bahaya Narkoba,” kata Novita.

Diketahui, dalam peringatan HANI 2021, Indonesia mengusung tema War On Drugs atau perang melawan narkoba di masa pandemi Covid-19 menuju Indonesia Bersih Narkoba (BERSINAR).

Menurut dia, tentu tema itu menjadi harapan besar agar Indonesia terbebas dari bahaya narkoba, terlebih di tengah kerja keras pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menghadapi situasi pandemi Covid-19.

“Masyarakat, kita semua tentunya harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kesadarannya akan bahaya Narkoba, terlebih di tengah fokus pemerintah dalam mengendalikan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini,” ujar anggota Komisi V DPR RI itu.

Dalam kesempatannya itu, legislator dari Dapil Cilacap- Purwokerto ini mengingatkan agar masyarakat untuk saling bahu membahu membantu pemerintah dalam memutus rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tingkat lingkungan sekitar kita.

“Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat memutus rantai peredaran narkoba baik pada tingkat RT ataupun RW, terlebih khusus di lingkungan keluarga sangat berkontribusi dalam upaya mencegah penyebaran dan penyalahgunaan narkoba, sehingga harapan Indonesia Bersih Narkoba dapat diwujudkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Penetapan Hari Anti Narkoba International (HANI) pada tanggal 26 Juni, dicanangkan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (USODC) sejak tahun 1988.
Tanggal tersebut dipilih karena berdasarkan pada suatu momen bersejarah yakni, pengungkapan kasus perdagangan opium.

Yang mana, kasus tersebut terungkap oleh Lin Zexu (1785-1851) di Humen, Guangdong, Tiongkok. Lin Zexu adalah seorang pejabat di masa Kaisar Daoguang dari Dinasti Qing.

Sosoknya dikenal sebagai pejuang yang menentang perdagangan opium di Tiongkok oleh berbagai bangsa asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *