Diperlukan Badan Independen untuk Mengawasi Implementasi Otsus Papua

by

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pembentukan badan independen diusulkan masuk dalam revisi Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Badan ini akan bertugas mengawasi implementasi Otsus Papua, dimana orang-orang di dalamnya yang takut dengan Tuhan.

Usulan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, Dance Yulian Flassy saat menghadiri audiensi MPR For Papua yang dipimpin Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyaw di Ruang GBHN Gedung Nusantara V di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Hadir dalam audiensi tersebut, pejabat Sekretariat Daerah Provinsi Papua yaitu Sekretaris Daerah Papua Dance Flassy, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Umum Doren Wakerkwa, Asisten Sekda Bid. Perekonomian dan Kesra Mohammad Musa’ad, Asisten Sekda Bid. Umum Ridwan Rumasukun, Kepala BPKAD Nus Weya, Kepala Badan Penghubung Daerah, Plt. kepala Dinas Olahraga Alexander Kapisa.

Dance mengatakan badan independen untuk memastikan pelaksanaan berbagai macam kebijakan yang dirasakan langsung masyarakat, terutama dana otsus.

“Mengapa? Karena selama ini realisasi penyerapan otsus belum dirasakan oleh masyarakat Papua sampai tingkat terendah,” ungkap dia.

Permintaan Dance ini sangat beralasan, karena ia tak ingin kondisi tersebut terulang. Untuk itu, amendemen harus membawa perbaikan terhadap implementasi Otsus Papua.

“Oleh karena itu, revisi UU Otsus ini harus benar-benar (berpihak) kepada orang Papua, kebijakan siluman setop,” ujarnya.

Keaempatan sama, Ketua Pansus Revisi UU Otsus Papua DPR RI, Komarudin Watubun juga menyampaikan usulan pembentukan badan independen. Sebab, ada ego sektoral yang timbul akibat pengawasan maupun implementasi dilakukan banyak kementerian/lembaga.

“Ego sektoral ini membuat koordinasi pembangunan Papua memakan waktu. Sehingga, kebijakan pembangunan kesejahteraan masyarakat berjalan lambat,” demikian disampaikan Komarudin. (Jimmy)

Leave a Reply

Your email address will not be published.