Mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang

by

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin akhirnya diperiksa terkait kasus mangkraknya pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

Pemeriksaan terhadap Alex Noerdin berlangsung di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Senin (3/5/2021).

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumsel, Khaidirman saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

Dijelaskan, meski pemeriksaan berlangsung di Gedung Bundar, Kejagung, namun penyidik yang hadir tetap berasal dari tim Pidsus Kejati Sumsel.

“Hal itu hanya untuk lebih memudahkan pemeriksaan saja. Dan nggak masalah, sebenarnya di manapun pemeriksaan itu bisa saja dilakukan,” kata Khaidirman menandaskan.

Menurutnya, tim penyidik melontarkan 25 pertanyaan terhadap Alex Noerdin. Pemeriksaan terhadap Alex dilakukan sebagai mantan Gubernur Sumsel, yang sekaligus merupakan Wakil Ketua Pembina Yayasan Masjid Sriwijaya.

“Ini kan (dana pembangunan masjid) hibah, kita memeriksa beliau sebagai pemberi hibah,” kata Khaidirman menambahkan.

Sebelumnya, tim penyidik Kejati Sumsel juga sempat beberapa kali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Alex. Namun, Gubernur Sumsel periode 2008-2018 tersebut tidak bisa hadir lantaran berbenturan dengan jadwalnya sebagai anggota DPR RI saat ini.

Seperti diketahui, dalam kasus mangkraknya pembangunan Masjid Sriwijaya, penyidik Kejati Sumsel sudah menetapkan 4 orang tersangka dan langsung melakukan penahanan.

Masing-masing adalah, Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya 2015-2018, Eddy Hermanto. Kemudian, Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya, Syarifudin. Berikutnya, Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Yudi Arminto. Termasuk juga, bagian kerja sama operasional (KSO) PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Dwi Kridayani.
P

embangunan Masjid dengan luas lahan 20 hektar itu diketahui telah mengeluarkan dana Rp 130 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sumsel tahun 2015-2018. Oisa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *