Swisscontact Mampu Transformasikan Pariwisata Sebagai Budaya Kerja

by
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat pertemuan virtual dengan Yayasan Swisscontact

BERITABUANA.CO, KUPANG – Yayasan Swisscontact melalui pelatihan melatih dan pendampingan masyarakat, telah mampu Transformasikan pariwisata kini adalah sebagai budaya kerja.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat pertemuan secara virtual bersama pihak Yayasan Swisscontact, Kamis (18/3/2021)

“Kita sangat senang karena kehadiran Swisscontact di NTT ini bisa memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang bagaimana membangun pariwisata yang berkelanjutan,” tegas Viktor Laiskodat.

Seperti yang dilakukan Yayasan Swisscontact bersama para petani di Desa Waturaka Ende-Flores, kata Viktor Laiskodat, dimana mengalihkan dari petani tradisional menjadi petani agrowisata, dan Desa Waturaka kini dinobatkan sebagai Desa Contoh Ekowisata.

“Kita ingin Provinsi NTT menjadi daerah dengan desain pariwisata yang diidolakan dan diidamkan. Meski dengan keterbatasan kita saat ini, maka kehadiran Swisscontact ini juga sebagai sumbangan energi dan daya bagi pariwisata NTT,” ujar Viktor Laiskodat.

Menurutnya, pengembangan pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism) harus dilakukan dalam sistem kelembagaan dan kesatuan yang baik mulai dari masyarakat, pemerintah dan oihak swasta, agar model yang dihasilkan untuk satu destinasi di daerah tertentu juga bisa ditiru di daerah yang lain, sehingga pariwisata benar-benar menjadi prime mover kita bersama.

“Untuk Pulau Komodo dan Labuan Bajo saya minta untuk serius melihat pada kelayakan ekonomi dan lingkungan untuk kita bergerak menuju harmoni pariwisata yang baik,” kata Viktor Laiskodat.

Pihaknya meminta agar Yayasan Swisscontact tidak hanya fokus di Flores saja, tetapi harus mulai masuk di pulau-pulau yang lain, dengan tujuh destinasi yang indah diantaranya yaitu Pantai Liman (Semau), Mulut Seribu (Rote), Desa Lamalera (Lembata), Desa Wol Wal (Alor), Desa Praimadita (Sumba), Fatumnasi (Timor – TTS), dan Koanara (Ende – Flores).

“Model yang sudah diterapkan baik di Flores bisa dibawa ke seluruh pulau sehingga bisa melatih masyarakat, berikan pemahaman dan pengembangan yang baik, berdayakan masyarakatnya sehingga pemahaman mengenai pariwisata berkelanjutan bukan hanya kita (leader) yang paham tetapi juga juga masyarakat kita,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk memiliki pariwisata berkelanjutan yang hebat maka pembangunan infrastruktur harus cepat, akomodasi disiapkan dengan baik, serta yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat sendiri untuk membangun pariwisata sebagau ciri khas daearah itu sendiri.

Sementara itu, Program Manager Swiss Contact, Philip Orga mengaku siap untuk selalu membantu Pemerintah NTT dan masyarakat, agar bisa mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan menjadi daya tarik dunia, dengan juga memperhatikan destinasi pariwisata di seluruh pulau di NTT. (iir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *