Pandemi Covid-19 Jadi Tantangan Guru dan Juga Mahasiswa KKN

by

BERITABUANA.CO, JAKARTA- Pandemi Covid-19 mengharuskan berbagai pihak melakukan perubahan dan penyesuaian, tak terkecuali perguruan tinggi. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta juga mengikuti kebijakan tersebut, salah satunya dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan mengusung tema ”Penanggulangan Pencegahan Dampak Covid-19 secara online atau daring”.

Fokus program KKN Tematik PPD Covid-19 ini adalah peningkatan dalam bidang pendidikan, edukasi penanggulangan Covid-19 melalui bidang ekonomi, dan edukasi penanggulangan dan pencegahan Covid-19 bagi siswa dan guru. “Seperti kita tahu, bahwa pembelajaran saat ini dilaksanakan secara online. Tidak semua sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tersebut dengan baik, seperti di Sekolah Dasar tempat saya melaksanakan KKN,” ujar Anggraeni Wishnu Ramadhianty, mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI. Ia mendapat tugas KKN di SD Negeri 2 Padasuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nuur Wachid Abdul Majid.

Pelaksanaan KKN dilakukan secara online. Dari tinjauan yang dilakukan Anggraeni menambahkan bahwa di sekolah tersebut semua tenaga pengajar mengalami kebingungan dalam melaksanakan pembelajaran yang dilakukan dengan metode BDR (Belajar Dari Rumah). “Dilema dirasakan oleh semua guru karena kewajibannya sebagai tenaga pendidik menjadi terhambat, khususnya bagi guru kelas 6 yang pada waktu itu merupakan puncaknya kegiatan akhir evaluasi yang berguna untuk menentukan kelulusan,” katanya.

Tantangan yang dihadapi oleh tenaga pendidik sendiri ada tiga. Pertama, kecemasan pengajar mengenai materi yang disampaikan tidak tuntas. Kedua, banyak yang belum bisa mengoperasikan kegiatan pembelajaran melalui metode daring. Ketiga, adanya ketidak sanggupan tenaga pengajar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring dengan berbagai alasan.

Sedangkan untuk hambatannya antara lain, tidak semua orang tua siswa dan siswa memiliki handphone yang memadai untuk kegiatan pembelajaran daring, belum adanya edukasi tentang kegiatan pembelajaran daring kepada siswa maupun orang tua, dan sarana prasarana yang dimiliki oleh lembaga pendidikan di tingkat dasar masih minim.

“Tantangan dan hambatan tersebut harus dicarikan solusi agar ditemukan suatu metode atau pembelajaran yang efektif dan efisien. Sehingga semua lembaga pendidikan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dimasa pendemi ini,” tambah Anggraeni. (ivan/syd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *