KKN Virtual Jadi Bentuk Kontribusi UPI Kepada Masyarakat

by

BERITABUANA.CO, PURWAKARTA- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penanggulangan Dampak Covid 19. KKN ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa kepada masyarakat sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi.

Pada kalender akademik tahun 2020, kegiatan ini berlangsung berbeda dari biasanya, dimana mahasiswa melaksanakan KKN secara virtual karena kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk dijalankan langsung. “Ya benar, tahun ini kami mengadakan KKN secara online, ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi UPI dalam pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia,” ujar Nuur Wachid Abdul Majid, salah satu Dosen Pembimbing Lapangan UPI.

Para mahasiswa yang ambil bagian dalam KKN Tematik ini diberikan pembekalan melalui sistem daring dari lokasi tempat tinggal mereka masing-masing. Dalam pembekalan tersebut, Ketua LPPM UPI Prof. Ahman menyampaikan tujuan diadakannya KKN virtual 2020. “Pelaksanaan KKN virual ini tentu saja untuk membantu masyarakat desa dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 dengan melibatkan 3.347 mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan dan Satgas Covid-19,” ungkapnya di hadapan peserta KKN secara virtual.

Prof. Ahman yang juga menjadi Ketua KKN Tematik Covid-19 memberikan gambaran kepada mahasiswa terkait detil materi dasar Covid-19 dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam situasi pandemi. Pelaksanaan KKN berjalan sejak tanggal 17 November 2020 hingga 30 Desember 2020 mendatang, dengan waktu normal selama 30 hari dengan waktu 4 jam per harinya. “Kalau saya 30 hari dengan rata-rata waktu pelaksanaannya 4 jam per hari, mulai dari tanggal 17 November lalu dan akan selesai pada tanggal 17 Desember 2020,” ujar salah satu anggota kelompok 7 KKN, Ramanda Ayang Rutanti.

Ramanda juga menambahkan bahwa ia memilih SD Negeri 2 Cirende, Purwakarta, Jawa Barat, sebagai tempatnya mengabdi selama 30 hari. Di sana mahasiswa semester 7 ini telah menyusun program yang akan dikerjakan, salah satunya ialah membuat poster tentang pentingnya memakai masker.

Selain itu, mahasiswa program studi Pendidikan Guru dan Sekolah Dasar (PGSD) ini juga bekerja sama dengan kepala desa setempat dan ketua karang taruna untuk melakukan edukasi pencegahan covid-19 secara daring melalui grup WhatsApp. ”Iya, selama di sini saya juga bekerja sama dengan pak kades dan ketua karang taruna untuk memberikan edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19 kepada warga sekitar dengan membuat poster pentingnya menggunakan masker, kemudian dibagikan ke grup-grup WhatsApp,” tambah Ramanda. (ivan/syd)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *