Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos dalam Proses Tender Proyek TPPI Olefin Complex

by
IMG-20200927-WA0046
ISTIMEWA

BERITABUANA.CO, JAKARTA -Pengalaman dan kompetensi yang dimiliki PT Rekayasa Industri (Rekind) di bidang Engineering, Procurement, Construction and Commisioning (EPCC) kemungkinan bakal kembali terasah. Isyarat ini dimulai dari keterlibatannya bersama Jo Hyundai Enginering. Di mana Rekind masuk pada Konsorsium Technip sebagai penawar terbaik  secara administratif, teknikal dan komersial dalam proses tender Proyek Strategis Nasional tersebut.

Proyek itu sendiri mengarah untuk  Pembangunan Pusat Produksi Olefin dan Aromatic milik PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Proses tender proyek tersebut  merupakan bagian dalam upaya untuk segera mewujudkan harapan
pemerintah Indonesia menekan angka impor Migas.

Proyek dengan investasi senilai Rp50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex ini bakal memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) sebanyak 700.000 ton per tahun, Low Density Polyethylene (LDPE) sebanyak 300.000 ton per tahun, dan Polipropilena (PP)
600.000 ton per tahun.

Mengingat strategisnya proyek ini, PT Pertamina (Persero) selaku pemilik 51 persen saham PT TPPI mendesain jalannnya proses tender DBC Olefin TPPI dengan bersih dan transparan.

Bahkan pelaksanannya juga    disupervisi langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI dan Bareskrim Polri.

“Kami bersyukur proses tendernya berjalan lancar, bersih, sesuai dengan harapan kita bersama. Sehingga proyek bisa segera terealisasi dan Rekind kembali berkarya dalam pengembangan perekonomian    bangsa,” ujar SVP Corporate Secretary & Legal, Edy Sutrisman,  melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Keterlibatan Rekind dalam proyek  TPPI, memang bukan kali ini terjalin. Sebelumya, pada awal Juni 2020, Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini juga terlibat dalam
pengerjaan EPCC yang fokusnya bagi pembangunan 5 Tanki Produk milik PT TPPI di Tuban, Jawa Timur.

Proyek pembangunan 5 Tanki Produk TPPI ditargetkan selesai pada 2 Desember 2021.

Dalam proyek ini Rekind merupakan single entity (tidak berpartner) dan berperan sangat strategis untuk bidang EPCC. Tangki yang dibangun meliputi 3 unit Tangki Mogas dengan kapasitas masing-masing 40.000 meter kubik, dengan diameter mencapai 63.8 meter dan tinggi 14.95 meter. Kemudian, 1 unit Tangki Paraxylene dengan kapasitas 38.000 meter kubik,    diameter 62 meter dan tinggi 14.95 meter serta 1 unit Tangki Sweet Naphtha dengan kapasitas 15.200 meter kubik dengan diameter 39.3 meter dan tinggi 14.95 meter.

Sedangkan detail lingkup pekerjaannya di antaranya meliputi pengerjaan persiapan, administrasi, perijinan, mobilisasi/demobilisasi. Selain itu juga termasuk project management,
engineering design, supply fabrication dan procurement, termasuk di dalamnya, pengepakan, handling dan transportasi.

Untuk bidang konstruksi, fokus pengerjaannya terkait pengerjaan
instalasi baru tank system. Kemudian ada juga quality control assurance, reporting, document, mechanical completion, precommissioning dan commissioning test.

“Kami patut berbangga karena Rekind bisa berpartisipasi langsung dalam menciptakan ketahanan energi nasional. Hal ini sejalan dengan pengalaman dan kompetensi Rekind di bidang petrokimia khususnya dalam membangun Tangki Produk milik TPPI. Maka dari itu,
tentu Rekind akan bekerja maksimal dengan dukungan penuh dari tenaga-tenga kerja yang profesional, inovatif dan berdedikasi tinggi,” tambah Edy Sutrisman.

Dengan komitmen sinergi yang kuat antarkedua perusahaan ini, diyakini tidak hanya mampu memacu produksi, tapi juga dapat meningkatkan peran pelaku industri agar dapat
menciptakan pasar yang lebih besar bagi produk petrokimia.

Harapannya, dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus memperbaiki current account defisit.

Diketahui, selama berkiprah 39 tahun, Rekind telah membuktikan prestasi melalui pengalaman yang
dimiliki dalam bidang rancang bangun dan perekayasaan industri di tanah air.

Di bidang petrokimia, kontraktor nasional ini juga mampu membangun rangkaian 9 pabrik pupuk di
Indonesia dan 2 pabrik di regional Asean, yakni pabrik gula terpadu serta bioenergi (pabrik bioethanol, methanol dan biodiesel). (Rls/KD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *