IHSG Masih Berpotensi Menguat, Analis Ini Sarankan Pemodal untuk Menunggu

by
Alsya Nadine.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Analis Ekonomi dari University of Miami, Alsya Nadine memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa ini (28/7/2020).

“Trend penguatan ini terkait dari The Fed yang memberi sinyal suku bunga acuan Amerka Serikat (AS), akan tetap mendekati nol persen dan kabar dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menempatkan dana Rp 11,5 triliun ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menggenjot belanja di sektor-sektor yang produktif,” sebut Alsya Nadine melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2020).

Dukungan penguatan saham berbasis teknologi serta sinyal dari Chairman The Fed bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol, lanjut Nadine, lebih lama menjadi faktor pendorong DJIA menguat sebesar +0.43% dikombinasikan dengan penguatan EIDO sebesar +1.15% berpotensi menjadi katalis untuk IHSG menguat dalam perdagangan Selasa ini, ditengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkiti dan tewas akibat Corvid19, dimana dihari Senin ada +1,525 orang terjangkit Corvid sehingga sejauh ini korban terjangkiti Corvid19 mencapai 100,303 orang (sukses mencapai 100,000 orang terjangkit sehingga menjadi nomor 3 ternesar di Asia) dengan penambahan korban tewas dihari Senin sebanyak +57 orang sehingga sejauh ini jumlah korban tewas sudah mencapai 4,838 orang, menuju 4,000 orang tewas dalam waktu dekat ini, (Fatality Rate sebesar 4.82%)*.

Di lain pihak menurut Nadine, naiknya harga beberapa komoditas seperti: Oil +0.75%, Gold +1.86%, Nikel +1.25% & Timah +2.26% berpotensi mendorong naiknya saham-saham berbasis komoditas tersebut dalam perdagangan Selasa ini. Dimana menurutnya, IHSG masih mampu mempertahankan penutupan perdagangan di atas level Support terdekat yaitu MA10 di angka 5090, namun demikian belum sepenuhnya menegaskan ancaman turun setelah tak kunjung break out menyusuri area Resistance 5160; di mana RSI Negative Divergence masih senantiasa mengintai.

“Saran terbaik untuk para pemodal saat ini adalah menunggu ke mana arah penembusan yang dipilih market, untuk menentukan keputusan investasi berikutnya,” imbuh Alsya yang juga belajar ekonomi di Universit√© Paris Nanterre.

Mengetahui IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya dalam perdagangan Selasa ini ditengah secara valuasi banyak saham sangat menarik untuk dibeli, dirinya merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BUY atau Swing Trade maka dapat fokus atas saham dari sektor Logam Emas, Rokok, Alat Berat, Bank, Industri Dasar, Properti, dan Pakan Ayam dalam perdagangan Selasa.

Dijelaskan Nadine lagi bahwa IHSG kami perkirakan bergerak pada 5,066 – 5,150 adapun saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah MDKA GGRM UNTR ANTM BMRI AKRA SMRA BBRI ITMG CPIN.

Grafik IHSG, Selasa ini.

Sebenarnya secara umum, Nadine mereview bursa saham di developed economies bergerak mengiat. Bursa saham benua kuning bergerak bervariatif pada perdagangan senin kemarin. Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar -0.41%, lalu indeks Shanghai dan Indeks Kospi masing-masing ditutup menguat +0.26% dan +0.79%. Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar +0.66% di level 26,584 hal ini sejalan dengan penguatan S&P 500 sebesar +0.74%. Wall Street ditutup menguat dikarenakan kabar dari Washington yang akan memberikan paket stimulus fiskal sebesar USD600 yang akan menopang ekonomi AS. Dari pasar komoditi, harga CPO melemah -3.67% harga Emasmenguat +1.82% dan harga Tinmenguat +2.14%.

Pada perdagangan 27 Juli, IHSG ditutup menguat sebesar +0.66 kelevel 5,116 Sentimen penggerak pasar hari ini diantaranya bursa saham AS yang menguat membawa kabar positif untuk perdagangan hari ini, selain itu dari perkembangan virus Corona di Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 100ribu orang memberikan sentimen negatif bagi pasar hari ini, namun dari kabar vaksin yang menunjukkan perkembangan nya bisa membawa kabar positif lainnya, demikian pungkas Nadine. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *