Imbas Corona, Parapat Seperti Kota Mati ?

by
Kondisi terkini di Kota Parapat.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kota Parapat di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang selalu ramai oleh kunjungan wisatawan tiba-tiba mendadak sepi, bahkan terkesan seperti ‘kota mati’. Wabah virus corona atau Covid-19, telah melumpuhkan sendi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang bermukim di pinggiran Danau Toba ini.

“Masyarakat mengeluh karena perekonomian mereka terancam , penghasilannya kini anjlok. Sudah seperti kota mati, hari Minggu yang biasanya ramai wisatawan, kini sepi, tak ada tamu lagi ke sini,” kata Situmorang seorang penjual souvernir dipinggir pantai Danau Toba, Parapat yang dihubungi beritabuana.co, Senin (20/4/2020).

Sepinya wisatawan lokal ke Parapat kata Situmorang, tidak lain karena imbas dari maraknya virus Covid-19. Masyarakat pun akhirnya mentaati anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah agar terhindar dari penularan virus Corona baru ini.

“Dalam situasi seperti ini, wajar saja masyarakat menghindar, berhenti melancong karena tidak mau ikut tertular virus corona,” kata Situmorang.

Karena sepinya pelancong, usahanya pun terpaksa ditutup untuk sementara.

“Untuk apa saya buka, gak ada tamu yang datang,” katanya prihatin.

Tidak hanya dia, para penjual souvernir yang lain pun menurut Situmorang sudah menutup tokonya sejak beberapa minggu ini. Begitu juga dengan pedagang nasi dan buah-buahan yang selama ini membuka dagangannya di pantai pinggir Danau Toba, terpaksa tidak berjualan.

“Sebulan ini kota Parapat zero tourism, bahkan lebih, daerah wisata ditutup,” kata Silalahi yang juga penjual souvernir yang menggunggah di facebooknya.

Dalam kiriman videonya, terlihat pasar Tigaraja begitu lengang, nyaris tidak ada aktivitas atau aksi jual beli. Memang masih ada 1 – 2 masyarakat yang membuka kios, tetapi terlihat tidak ada pembeli yang datang.

Dari kejauhan terlihat pemandangan Danau Toba yang sama sekali tidak terlihat ada kapal , baik yang mau datang ke pelabuhan Tigaraja, maupun yang mau bertolak ke Pulau Samosir.

“Semua aktivitas angkutan danau dan perhotelan berhenti,” tulis Silalahi di akun facebooknya.

Menurut Silalahi, aktivitas pekan(pasar) yang ada setiap hari Sabtu memang masih berjalan. Tetapi itu pun hanya berjalan setengah hari. Karena keuangan masyarakat disana sudah semakin menipis, Silalahi berharap ada sedikit perhatian dari pemerintah setempat. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *