Roro Esti: Masyarakat Patuhi Arahan Pemerintah dalam Penanganan COVID-19

by
Politisi perempuan Partai Golkar, Dyah Roro saat menjadi narasuber diskusi Empat Pilar MPR dengan tema "Marak Kekerasan pada Anak, Ancaman Bagi Generasi Penerus Bangsa?". (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Salah satu strategi Pemerintah Indonesia dalam menangani pandemik virus corona atau COVID-19 ini dengan membentuk gugus tugas percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) berbasis komunitas yang diketuai oleh kepala BNPB, Doni Munardo. Gugus tugas ini mensinergikan kekuatan aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan melibatkan dukungan swasta, lembaga social dan perguruan tinggi.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah sudah berkomunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menggunakan protokol WHO serta berkonsultasi kepada ahli kesehatan untuk menangani COVID-19.

Presiden Joko Widodo juga menyampaikan dengan kondisi ini saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah dari rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama saling tolong menolong dan bersatu padu.

Dyah Roro Esti Widya Putri, Anggota Komisi VII DPR RI, menegaskan, bahwa wabah virus Corona (COVID-19) sudah menjadi global pandemik. Yang merasakan keresahan ini bukan hanya masyarakat di China saja, melainkan sudah 165 negara di dunia berdasarkan laporan WHO pada hari Selasa (17/3/2020) kemarin.

Roro Esti menyampaikan bahwa gotong royong ini tidak hanya tugas bagi pemerintah dan jajarannya saja, melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia. Dengan cara mematuhi dan mengikuti arahan-arahan yang telah diberikan oleh pemerintah. Salah satunya adalah dengan social distancing.

“Pentingnya social distancing atau work from home adalah untuk memperlambat proses penularan virus corona ini secara meluas. Sehingga kapasitas rumah sakit dan tenaga medis yang menangani kasus ini cukup dan penangannya bisa optimal,” kata Roro Esti di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Ketua DPR Imbau Masyarakat Bersatu Hadapi Wabah Corona
Kader muda golkar ini juga menekankan bahwa social distancing sangat penting bagi golongan milenial. Karena virus corona ini bersifat asymptomatic (tidak menunjukkan gejala) pada sebagian besar milenial yang justru berbahaya karena tidak terdeteksi. Sehingga diharapkan kaum milenial untuk sadar dan waspada bahwa dirinya berpotensi sebagai pembawa virus.

Berdasarkan data kasus Covid-19 di Korea Selatan, dimana tes virus Corona dilakukan kepada seluruh warganya, menunjukkan 29,9% (paling banyak) yang positif Corona adalah dari kalangan umur 20-29 tahun, dan mereka tidak merasakan gejala apa-apa

Legislator dapil Jawa Timur X ini juga menghimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap proaktif apabila merasa memiliki gejala-gejala COVID-19 ini. Masyarakat sebaiknya segera menguhungi layanan kesehatan yang diberikan pemerintah dan melakukan isolasi, bukan langsung mendatangi rumah sakit.

Karena bisa menimbulkan kepanikan dan apabila memang benar positif bisa menularkan kepada orang lain saat perjalanan menuju rumah sakit. Selain membudayakan hidup sehat, perlu juga meningkatkan tingkat higienitas dengan rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan. (Rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *