King Fahd Complex: Menengok Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia, Produksi 18 Juta Eksemplar Setiap Tahun

by
Tim Media Center Haji (MCH) 2026, pada Kamis (7/5/2026) memenuhi undangan khusus untuk mengunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd di Madinah. FOTO: Muhammad Umar Fadloli

BERITABUANA.CO, MADINAH– Kota Madinah kembali menjadi magnet jemaah haji tahun 2026. Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi adalah percetakan mushaf terbesar di dunia yang berada di Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd (Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif).

Lokasi percetakan ini tak jauh dari Masjid Nabawi, hanya berjarak sekitar 11 kilometer. Pabrik percetakan Al-Qur’an ini diresmikan Raja Fahd Bin Abdul Aziz pada tahun 1984 dan saat ini sudah berusia 42 tahun.

Tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Madinah 2026, pada Kamis (7/5/2026) memenuhi undangan khusus untuk mengunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd. Kunjungan ini memberikan gambaran mendalam mengenai dedikasi Kerajaan Arab Saudi dalam memproduksi dan menjaga kesucian mushaf Al Quran.

Lembaga ini merupakan pusat produksi raksasa yang didukung oleh 1.100-1.300 pekerja profesional. Dalam setahun, kompleks ini mampu memproduksi hingga 18 juta eksemplar Al Quran dengan berbagai ukuran dan model.

Menariknya, jutaan mushaf tersebut tidak hanya didistribusikan di wilayah Arab Saudi, melainkan juga dikirim ke seluruh penjuru dunia untuk memenuhi kebutuhan umat muslim secara global.

Salah satu keunggulan Percetakan Raja Fahd adalah upaya sistematis dalam menerjemahkan Al-Quran ke berbagai bahasa dunia, untuk menyampaikan pesan wahyu kepada umat Islam secara global.

Beberapa bahasa yang telah tersedia antara lain bahasa Indonesia, Inggris, Urdu, Prancis, Rusia, Mandarin, Swahili dan lainnya. Total lebih dari 70 bahasa telah didokumentasikan dan diterjemahkan secara resmi, dilengkapi dengan penjelasan tafsir singkat serta glosarium istilah kunci.

Detail dan Penuh Ketelitian

Dalam kunjungan tersebut, pihak pengelola menjelaskan secara detail tahapan produksi yang sangat teliti. Setiap lembar Al Quran melewati proses penyaringan dan pemeriksaan yang berlapis demi memastikan tidak ada kesalahan satu huruf pun.

Penggunaan teknologi mesin cetak mutakhir dipadukan dengan pengawasan manual oleh para ahli hafiz (penghafal) Al Quran untuk menjaga kemurnian teks kitab suci tersebut.

Kekaguman tidak hanya datang dari tim media, tetapi juga dari jemaah haji yang berkesempatan hadir di lokasi tersebut. Erlina, salah seorang jemaah haji asal Riau, mengungkapkan rasa harunya setelah melihat langsung bagaimana kitab suci umat Islam diproduksi secara masif namun sangat terjaga.

“Kekaguman saya luar biasa. Melihat langsung tempat ini membuat saya semakin menyadari bahwa Al Quran bukan sekadar buku, melainkan kitab suci sekaligus mukjizat terbesar Rasulullah yang terus terjaga keasliannya melalui tempat-tempat seperti ini,” katanya.

King Fahd Complex kini bukan sekadar pabrik percetakan, melainkan simbol pelayanan terhadap syiar Islam. Di sini, pengunjung juga dapat melihat berbagai koleksi mushaf bersejarah dan terjemahan Al Quran ke dalam puluhan bahasa dunia.

Bagi para jemaah haji, kunjungan ke pusat percetakan ini menjadi pelengkap perjalanan spiritual mereka di Madinah, memberikan pemahaman baru tentang bagaimana kalam Allah disebarluaskan dengan penuh hormat dan ketelitian tinggi dari Kota Nabi ke seluruh dunia. (Fadloli/Media Center Haji 2026)

No More Posts Available.

No more pages to load.