Di Tengah Ancaman El Nino, Bulog Pastikan Cadangan Beras Nasional Aman

by
Stok beras di Gudang Bulog. (Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Cadangan beras nasional dalam kondisi aman. Karena itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ancaman dampak fenomena El Nino tidak memengaruhi persediaan beras untuk masyarakat.

“Saat ini realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) Perum Bulog secara keseluruhan telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton,” kata Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau pasokan beras di Gudang Bulog Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (12/10/2026).

Di tengah paceklik produksi yang membayangi pasar global tersebut Indonesia patut bersyukur karena pasokan beras domestik masih dapat terjaga dengan baik. Ketersediaan stok itu langsung dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas.

Sejak awal tahun pihak Bulog bersama dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Babinsa dan Babinkamtibmas melakukan penyerapan sebanyak-banyaknya beras petani atau hasil panen petani.

“Stok kami sampai pertengahan September itu puncaknya 5,4 juta ton. Tujuannya untuk cadangan umum, kita bisa bagi-bagi beras ke masyarakat,” katanya.

Bulog juga memastikan pasokan aman sampai dengan pertengahan tahun depan karena stok sekarang 4,5 juta.

“Cadangan  4,5 juta ton ditambah stok di umum, di masyarakat itu yang dijual ke restoran, kafe, di rumah-rumah, di warung-warung ada 10 juta ton. Ditambah lagi yang sudah standing crop itu yang sudah ditanam,” katanya.

Kementerian Pertanian memprediksi dalam setahun ini, panen estimasinya bisa 12 juta ton. Namun, dengan adanya El Nino, estimasinya antara 9 juta ton sampai 10 juta ton. Jadi, 10 juta ton ditambah 10 juta ton, ditambah 4,5 juta ton kan 24,5 juta ton. “Kebutuhan makan orang Indonesia per bulan itu 2,2 juta ton,” katanya.

Pada Maret 2027, atau April 2027, ada puncak panen lagi sehingga masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu bahwa stok pangan terjamin dan pasti akan terpenuhi. Dengan data itu, Bos Bulog menyebutkan, Indonesia swasembada pangan berkelanjutan di 2026. (OSC).