Gandeng TNI, Bulog Siap Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Untuk 33,2 Juta Penerima

by
Perum Bulog siap mempercepat penyaluranberas Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga pasokan, dan daya beli masyarakat. Foto Suara.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Guna menjaga ketahanan pangan serta daya beli masyarakat di seluruh Indonesia, Perum Bulog siap mempercepat penyaluran bantuan pangan beras bagi 33,2 juta penerima manfaat. BUMN logistik, dan pengelolaan pangan pokok itu, akan menggandeng TNI dalam penyaluran bantuan itu.

“Bulog siap bergerak lebih cepat dan lebih masif dalam penyaluran bantuan pangan ini,” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani kepada pers, di Jakarta, seperti dikutip Rabu (16/9/2026).

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menggandeng TNI untuk mempercepat dan memasifkan penyaluran bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat.

Dengan menggandeng pihak militer, Bulog ingin memastikan bantuan pangan beras dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia. Juga sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi menjelang peringatan HUT Ke-81 TNI, yang jatuh pada 5 Oktober 2026.

Untuk memantapkan kolaborasi itu, Perum Bulog telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap.

Dalam pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi Bulog dan jajaran TNI dalam mendukung percepatan penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) kepada masyarakat.

“Sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan bantuan pangan pemerintah dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat,” ucap Rizal.

Dukungan jajaran TNI di berbagai daerah akan semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan program, khususnya dalam memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga ke masyarakat penerima.

Percepatan penyaluran Bantuan Pangan ini sejalan dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap hasil Rapat Koordinasi Terbatas terkait Pangan dalam rangka menghadapi potensi El Nino serta menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2027.

Presiden memberikan dukungan terhadap penambahan bantuan pangan periode Oktober hingga Desember 2026 dengan total kuantum mencapai 1 juta ton beras untuk 33,2 juta penerima bantuan pangan (PBP). Bantuan itu mencakup kelompok desil 1 sampai desil 4. Setiap penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras per bulan.

Di luar bantuan pangan, pemerintah juga menyetujui penambahan beras SPHP sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode September 2026 hingga Maret 2027.

Kebijakan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan. Tugas Bulog memastikan seluruh penugasan tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. (OSC).