Kemenhaj Apresiasi Jemaah Haji Indonesia yang Tertib Saat Masuk Raudhah

by
Jubir Kemenhaj RI, Maria Assegaf (Tengah) di Masjid Nabawi, Madinah. Foto: Muhammad Umar Fadloli

BERITABUANA.CO, MADINAH- Raudhah di Masjid Nabawi menjadi salah satu tempat yang paling dirindukan dan diimpikan oleh jutaan umat Islam, termasuk jemaah haji Indonesia. Berada di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW, area yang dikenal sebagai “taman surga” ini selalu menjadi tujuan utama jemaah saat berada di Madinah.

Sejak pagi hingga malam hari, ribuan jemaah dari berbagai negara tampak antre untuk mendapatkan kesempatan masuk ke Raudhah. Meski waktu yang diberikan relatif singkat, momen berada di tempat tersebut menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan.

Bagi jemaah Indonesia, masuk ke Raudhah bukan sekadar kunjungan biasa. Banyak yang memanfaatkan kesempatan itu untuk memperbanyak doa, berzikir, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan harapan bagi keluarga dan bangsa di Tanah Air.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf mengapresiasi kedisiplinan dan ketertiban jemaah haji Indonesia saat menjalani ibadah di Raudhah, Masjid Nabawi, Madinah. Sikap tertib yang ditunjukkan jemaah dinilai turut mendukung kelancaran pengaturan arus pengunjung di salah satu lokasi paling diminati umat Islam tersebut.

“Tadi kami saksikan sendiri bagaimana jemaah ini menunjukkan ketertibannya, kedisiplinannya dalam melaksanakan antrean masuk menuju Raudhah. Ini penting, di tengah jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia,” kata Maria usai memantau langsung pemberian tasreh kepada Jemaah haji Indonesia saat masuk ke Raudhah, Jumat (19/6/2026).

Maria mengungkapkan jemaah haji Indonesia gelombang kedua secara bertahap sudah tiba di Madinah Al-Munawwarah. “Ada 99 ribu jemaah yang sudah tiba di Kota Nabi ini,” ujar Maria k

Setibanya di Madinah, lanjut Maria, jemaah langsung disibukkan dengan ibadah sunnah di Masjid Nabawi dan ziarah ke sejumlah tempat lainnya.

“Banyak aktivitas yang bisa dilakukan jemaah kita. Mulai sholat berjamaah di Masjid Nabawi, berdoa, berzikir, bersholawat. Bahkan juga berziarah ke Raudhah. Ini jadi bagian terpenting dalam perjalanan spiritual para jemaah,” tutup Maria. (Fadloli/MCH 2026)