BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kementerian ESDM diminta untuk mengevaluasi pagu anggaran tahun 2027 dengan memperkuat dukungan di sektor energi baru terbarukan (EBT).
Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno dalam keterangannya kepada awak media, di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Eddy berpandangan, dukungan anggaran di sektor EBT sejalan dengan komitmen Indonesia untuk melakukan transisi energi menuju energi bersih dan hijau.
“Kami menyampaikan harapan agar Kementerian ESDM menambah anggaran di sektor EBT. Hal ini tentu untuk menunjukkan keseriusan Indonesia melakukan akselerasi transisi energi,” kata Eddy.
Dalam rapat kerja komisi XII DPR RI dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026), Eddy menyoroti politik anggaran atas usulan pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2027.
Eddy melihat anggaran di sektor EBT lebih kurang Rp1,5 triliun lebih kecil dibandingkan sektor migas dan ketenagalistrikan yang masing-masing senilai Rp11,4 triliun dan Rp10,3 triliun.
Secara khusus, legislator dari Fraksi PAN ini pun meminta agar Kementerian ESDM melakukan evaluasi agar ada penambahan pagu anggaran di sektor EBT.
Hal itu, sambung dia, untuk menunjukkan keseriusan pemerintah melakukan akselerasi transisi energi dan mempercepat dekarbonisasi perekonomian nasional.
Di sisi lain, Eddy mengapresiasi tema besar dari anggaran Kementerian ESDM tahun 2027 dalam rangka memperkuat “ketahanan” dan “keadilan energi” melalui program jaringan gas, listrik desa, Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) dan lain-lain.
“Saya memberikan penghargaan kepada pemerintah khususnya Kementerian ESDM yang memfokuskan anggaran 2027 untuk penguatan ketahanan energi nasional dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada impor LPG,” ucapnya.
Ia juga menyebut komitmen anggaran Kementerian ESDM untuk membangun jaringan listrik desa dan bantuan pemasangan listrik gratis patut diapresiasi.
“Apresiasi juga kami sampaikan atas komitmen anggaran Kementerian ESDM untuk membangun jaringan listrik desa dan bantuan pemasangan listrik gratis, agar keadilan energi menyentuh masyarakat di seluruh pelosok Nusantara,” pungkasnya. (Jal)







