BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di tengah klaim pemerintah mengenai kecukupan stok nasional mendapat perhatian dari Komisi VI DPR RI.
Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya mengatakan perlu dilakukan penelusuran menyeluruh untuk mengetahui penyebab lonjakan harga, terutama pada aspek distribusi barang.
Terlebih dahulu, sambungnya memastikan apakah kenaikan harga pangan berasal dari masalah produksi atau distribusi.
“Kalau sumbernya aman, berarti kita keluar dari produksi. Kita masuk ke distribusi. Nah soal distribusi ini pasti kita cek ke Kemendag,” kata Asep kepada awak media dimuat, Rabu (10/6/2026)
Menurut Asep, kenaikan harga komoditas pangan domestik seperti cabai, bawang merah, dan beras tidak dapat langsung dikaitkan dengan pelemahan nilai tukar rupiah.
Ia menyebut, sebagian besar komoditas tersebut diproduksi di dalam negeri sehingga faktor produksi dan distribusi menjadi fokus utama evaluasi.
Bahkan, kata dia, Komisi VI DPR akan meminta klarifikasi kepada kementerian pertanian terkait kondisi produksi dan pasokan pangan nasional.
Menurutnya, jika pasokan dinilai mencukupi, maka perhatian akan diarahkan pada rantai distribusi yang berpotensi menjadi penyebab kenaikan harga di tingkat konsumen.
*Kalau memang dari sumber aman, berarti distribusinya yang harus dicek. Itu pasti kita konfirmasi ke Kemendag,” ucapnya.
Masih kara dia, evaluasi terhadap rantai distribusi penting dilakukan untuk mengidentifikasi titik persoalan yang menyebabkan harga pangan terus meningkat di pasar.
“Langkah tersebut dinilai perlu agar pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah menyatakan stok pangan nasional dalam kondisi aman. Namun, kenaikan harga sejumlah komoditas strategis memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas distribusi barang dari sentra produksi hingga pasar. (Jal)







