BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC), Barri Pratama mengatakan, kehadiran perusahaan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Diantara dampak nyata tersebut, SPHC resmi membuka pelatihan membatik bagi 50 generasi muda di Semarang, Kamis (4/6/2026).
Program yang berlangsung selama enam hari ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan dalam melestarikan warisan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat Jawa Tengah.
Dikatakan Barri , batik bukan sekadar produk kerajinan, melainkan identitas budaya yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Batik adalah identitas dan kearifan lokal yang bernilai ekonomi. Saya ingin memastikan bahwa kehadiran SPHC melalui program TJSL memberikan dampak positif secara nyata bagi ekonomi masyarakat Jawa Tengah dengan meningkatkan kemampuan membatik pada generasi muda.”kata Barri dalam keterangannya, dimuat Jumat (5/6/2026).
Untuk diketahui, pelatihan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Batik Semarang 16, yakni lembaga yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pelestarian batik di Kota Semarang.
Dalam kesempatannya, Ketua LEP (Litbang, Edukasi, dan Pelatihan) Batik Semarang 16, Edhi Prayitno Ige menjelaskan, selama enam hari, para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis membatik, tetapi juga mendapatkan wawasan mendalam tentang sejarah dan filosofi motif batik.
“Keterampilan teknis saja tidak cukup. Mengingat batik adalah bagian dari identitas dan budaya bangsa, setiap peserta perlu menjiwai, memahami sejarah, dan memaknai filosofi di balik setiap motif yang mereka ciptakan,” ucap Edhi.
Edhi juga menambahkan, prospek pasar produk batik dinilai tetap menjanjikan selama nilai budaya yang melekat padanya terus dijaga dan dikampanyekan secara luas.
Karena itu, Edhi berharap para peserta pelatihan nantinya dapat menjadi wirausahawan batik yang mandiri dan turut berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
Melalui program TJSL ini, SPHC menegaskan komitmennya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada hasil bisnis.”Tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan pelestarian kekayaan budaya Indonesia,” pungkas Barri. (Jal)







