PPIH Arab Saudi Terus Matangkan Kesiapan Transportasi untuk Pergerakan 527 Kloter ke Armuzna

by
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman mendampingi Wamenhaj Dahnil Anhar Simanjuntak. (Foto: Muhammad Umar Fadloli)

BERITABUANA.CO, ​MAKKAH – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan kesiapan transportasi.

Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan demi memastikan pergerakan 527 kloter jemaah haji Indonesia berjalan dengan lancar dan tepat waktu.

​Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun jadwal pergerakan yang ketat demi menghindari keterlambatan di lapangan.

“Kami siapkan jadwal pergerakan untuk 527 kloter menuju Armuzna. Trip (perjalanan) pertama dari Makkah akan dimulai pukul 07.00 pagi. Oleh karena itu, kami membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib dipatuhi jemaah,” ujar Syarif di Makkah, Rabu (20/5/2026) malam.

​Untuk memastikan kelancaran keberangkatan, lanjut Syarif, pihaknya menetapkan timeline persiapan bagi jemaah sebelum bus tiba di hotel. Menurutnya, Enam jam sebelum keberangkatan, jemaah sudah harus menyiapkan perbekalan masing-masing.

Selanjutnya, tiga jam sebelum keberangkatan, jemaah sudah selesai memakai pakaian ihram dan satu jam sebelum keberangkatan jemaah sudah turun dan berkumpul di lobi hotel.

​”Dengan demikian, keberangkatan ke Armuzna akan mengikuti jadwal tersebut. Jika dipatuhi dan ditaati, insyaallah tidak akan ada yang terlambat, ” ujarnya.

“Pola yang sama juga akan diterapkan untuk pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah, Mina, hingga kembali lagi ke Makkah,” sambungnya.

Syarif menjelaskan, seluruh pergerakan ini nantinya akan dikontrol ketat oleh Ketua Regu (Karu) yang masing-masing membawahi 10 orang jemaah.

​Mengenai armada bus yang dikerahkan, Syarif menambahkan bahwa regulasi pergerakan dari Makkah ke Arafah mengacu pada norma yang ditetapkan oleh Naqabah (Organda Arab Saudi).
​Setiap Maktab/Markaz yang menampung sekitar 3.000 jemaah akan difasilitasi oleh 7 unit bus dari Naqabah.

Bus-bus ini akan beroperasi dalam 3 shif (pagi, siang, dan sore), di mana setiap shifnya bus akan berputar sebanyak 3 kali.

​Sementara itu, untuk pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah, pihaknya menerapkan dua program sekaligus, yaitu skema Taraddudi dan Murur. Nantinya, skema itu dipisahkan secara mandiri antara pintu jalur Murur dan pintu jalur Taradudi agar tidak terjadi penumpukan.

Shif pertama pukul 19.00 – 23.00 Waktu Arab Saudi dengan target menggerakkan sekitar 160.000 jemaah secara bersamaan melalui bus masing-masing. Shif kedua mulai pukul 23.00 Waktu Arab Saudi, sisa jemaah yang masih berada di Arafah seluruhnya akan dimururkan.

“Ini berdasarkan hasil rapat dengan Baiah Al-Malakiah, bahwa di shif kedua maka jemaah melewati Muzdalifah tanpa turun, langsung menuju tenda di Mina,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Syarif juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jemaah dan petugas di lapangan. Imbauan ini diberikan karena puncak Ibadah haji sudah dekat, dimana faktor kesehatan dan keselamatan harus menjadi panglima utama.

Prioritas Lansia dan Disabilitas

Sesuai dengan tagline haji tahun ini, yakni ‘Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan’, dirinya menegaskan bahwa urutan sirkulasi jemaah saat memasuki bus telah diatur sedemikian rupa demi menghadirkan rasa keadilan dan kenyamanan.

​”Kami sudah sosialisasikan ke sektor-sektor. Setiap pergerakan naik ke transportasi, utamakan jemaah lansia terlebih dahulu, kemudian jemaah disabilitas, dilanjutkan jemaah perempuan, dan terakhir baru jemaah laki-laki. Semua sudah diatur sedemikian rupa, mudah-mudahan semua berjalan lancar,” pungkas Syarif. (Fadloli/MCH 2026)