BERITABUANA.CO, JAKARTA- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah haji asal kloter SOC-3, Rodiyah (68). Jemaah haji tersebut wafat akibat akibat serangan jantung.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah haji kloter SOC 03 asal Solo, atas nama Rodiyah, usia 68 tahun, akibat serangan jantung,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha dalam keterangan persnya, Jumat (24/4/2026).
Ichsan menuturkan, Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga memastikan seluruh hak jemaah tetap terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji. Menurutnya, badal haji merupakan pelaksanaan ibadah haji yang diwakilkan oleh orang lain bagi jemaah yang tidak mampu secara fisik atau telah wafat.
PPIH juga memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah yang wafat tetap dilanjutkan sesuai ketentuan.
Dalam kesempatan itu, Ichsan menghimbau agar PPIH Embarkasi meminimalisir hal-hal yang bersifat seremonial pada saat pemberangkatan demi menjaga stamina jamaah. Kemenhaj telah menstandarkan prosedur pelepasan jamaah di embarkasi tanpa seremonial.
Hal ini bertujuan agar jamaah tidak terlalu lelah dan memiliki waktu istirahat yang cukup.
“Kami juga perlu mengingatkan bagi jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah, bahwa cuaca di Madinah hari ini diperkirakan bisa mencapai 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 25 persen,” tutupnya. (Fadloli)







