BPMA: Investor Jepang dan Malaysia Sudah Nyatakan Minat Investasi Migas di Aceh

by
Fasilitas produksi migas. (Ilustrasi/Foto: SKK Migas)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal menyatakan bahwa sejumlah perusahaan energi dari Jepang dan Malaysia sudah menyatakan minat serius untuk masuk ke Aceh. Bahkan, ketertarikan tersebut telah dituangkan dalam surat resmi yang kini sedang diproses oleh BPMA.

“Sudah ada surat masuk ke kita. Ada dua blok migas yang diminta,” kata Nasri, seperti dikutip dari situs resmi BPMA, Senin (6/4/2026).

Menurut Nasri, dua blok strategis yang diminati tersebut adalah Blok Adaman I yang terletak di lepas pantai wilayah Pidie Jaya dan Bireuen-yang sebelumnya dikenal sebagai bekas wilayah kerja perusahaan energi global Repsol. Blok ini diminati perusahaan migas asal Jepang.

Satu blok lainnya, bekas Blok Zaratex di kawasan Lhokseumawe juga menarik perhatian investor Malaysia. Mereka
serius untuk mengelola blok tersebut melalui skema kerja sama.

“Nantinya pengelolaannya direncanakan dilakukan bersama antara PT Energi Hijau Biru dan Barakah Petroleum dari Malaysia,” jelas Nasri.

Nasri menambahkan bahwa kedua calon investor tersebut dijadwalkan akan memaparkan rencana pengelolaan blok migas kepada BPMA pada pekan kedua April 2026. Dan sangat mungkin sampai ke penandatangan.

Di sisi lain, BPMA juga mencatat capaian strategis melalui pengembalian hak pengelolaan Blok South Block A (SBA), yang sebelumnya tidak sempat ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan langsung berstatus open area.

“Kini sudah kami kembalikan sesuai aturan. BUMD sudah menyatakan berminat,” ungkap Nasri.

Salah satu BUMD yang berpotensi mengelola blok tersebut adalah PT Pembangunan Aceh. Namun demikian, pengelolaan tetap harus memenuhi sejumlah ketentuan, seperti adanya penawaran resmi kepada BUMD, pernyataan minat, serta rekomendasi dari gubernur Aceh. (Ram)