Hadapi Porprov, FPTI Depok Bakal Terjunkan Sembilan Atlet Panjat Tebing

by
Jajaran Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia Kota Depok. (Foto: ist)

BERITABUANA.CO, DEPOK – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Depok mulai mematangkan persiapan, menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Ketua FPTI Kota Depok Suwandi mengatakan bakal menurunkan sembilan atlet terbaiknya. komposisi atlet yang disiapkan, terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri. Mereka akan tampil membawa nama Depok, dalam pertandingan yang rencananya digelar di Kota Bogor.

“Kami sudah menyiapkan sembilan atlet, terdiri dari lima putra dan empat putri. Target kami, tentu ingin lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya, melalui keterangan, Kamis (2/4/2026).

Pada gelaran Porprov sebelumnya, FPTI Depok hanya mengirim tiga atlet dan berhasil membawa pulang satu medali perunggu.

Suwandi menyampaikan, dengan jumlah atlet yang lebih banyak tahun ini, peluang untuk menambah pundi-pundi medali dinilai semakin terbuka.

“Kalau ditanya target, kami berharap bisa meraih tiga medali. Mudah-mudahan, salah satunya emas,” harapnya optimis.

Sementara itu, Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok Jamal Mutaqin, menilai cabang olahraga panjat tebing merupakan salah satu sektor unggulan yang berpotensi menyumbang prestasi bagi daerah.

“Di Depok khususnya, olahraga panjat tebing menurut saya cabang olahraga unggulan. Kita berharap, cabang olahraga ini mampu menyumbang medali,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini KONI Kota Depok membina sekitar 54 cabang olahraga yang dikelompokkan dalam beberapa klaster, berdasarkan capaian prestasi. Mulai dari klaster peraih medali emas, perak, perunggu, hingga cabang dengan potensi medali.

“Kami membuat klaster cabang olahraga, agar pembinaan dan anggaran bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” papar Jamal.

Menurutnya, penentuan klaster tersebut tidak hanya melihat hasil pertandingan, tetapi juga kesiapan organisasi serta administrasi masing-masing cabang olahraga.

“Kita punya tiga bidang utama yaitu organisasi, pembinaan dan litbang. Semua itu, menjadi acuan dalam menentukan klaster,” tambahnya.

Ia juga menekankan, strategi pembinaan olahraga di Depok harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, terutama dalam hal anggaran dan persaingan dengan daerah lain di Jawa Barat.

“Di Jawa Barat ada kota besar seperti Bandung, Bogor, dan Bekasi yang memang kuat di Porprov. Tapi Depok tetap harus berkembang, dengan strategi yang realistis,” pungkasnya. (Rki)