Presiden Prabowo Panggil Semua Para ‘Pendekar’ Ekonomi, Termasuk Fuad Bawazier

by
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Belum bisa dipastikan untuk hal apa. Pastinya, Presiden Prabowo Subianto memanggil semua ‘pendekar-pendekar’ yang terlibat dalam masalah perekonomian di Indonesia ke Istana Negara.

Mereka yang dipanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), sampai Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier. Dan nampak Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution tiba lebih dulu.

Kemudian, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fauzi, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution, Ketua LPS Anggito Abimannyu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Juga hadir Komisaris Utama MIND ID.

Para menteri terkait masalah ekonomi dan kepala lembaga yang hadir belum mau memberikan komentar detail rapat yang akan dibahas dengan kepala negara.

Suahasil, Ketua LPS Anggito Abimannyu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia semua belum mau memberikan keterangan. Begitu juga Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Juga Menkeu Purbaya. Ia hanya menekankan kepada Presiden nantinya bahwa pondasi ekonomi RI kuat untuk memperkuat pergerakan kurs rupiah.

“Dengan pondasi ekonomi yang bagus gak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar, tapi itu bukan kerjaan saya kerjaan nanti bank sentral yang menjelaskan gimana cara memperbaikinya,” papar Purbaya.

Rupiah Tertekan

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini terus mengalami tekanan. Kurs rupiah bahkan kembali ditutup di level terlemah sepanjang masa pada perdagangan Selasa (5/5/2026).

Tekanan ini terjadi beriringan dengan pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026.

Merujuk data Refinitiv, Rupiah ditutup melemah 0,26% ke level Rp17.410/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp17.380-Rp17.445/US$. Pelemahan ini juga memperpanjang tren pelemahan mata uang Garuda menjadi lima hari perdagangan beruntun.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau menguat tipis 0,07% ke level 98,446. (Ram)