Italia Tarik 300 Personil yang Dekat dengan AS Dipangkalan Militer Kuwait, Menlu: “Kami Bukan Target Penyerang”

by
Drone sedang melintas di langit. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, ROMA – Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menegaskan bahwa dirinya tidak percaya negaranya menjadi sasaran serang perseteru Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dia sangat percaya bahwa serangan tidak ditujukan kepada negaranya, karena Italia sama sekali sedang tidak berperang dengan siapa pun.

“Kami tidak sedang berperang dengan siapa pun. Dan kami bukan target mereka,” kata Tajani kepada televisi publik RAI pada Minggu kemarin.

Tanjani pun mengakui bahwa sering seringkali serangan ditujukan terhadap pangkalan-pangkalan Barat, termasuk pangkalan-pangkalan AS. Oleh karena itu, ia sangat yakin Italia bukanlah target dari si penrang.

Karena memang bukan target, maka, kata Tanjani lagi, pihaknya untuk sementara menarik personelnya-yang berjumlah kurang dari 300 orang-dari Erbil setelah serangan terhadap pangkalan tersebut, tempat pasukan Italia melatih pasukan keamanan lokal sebagai bagian dari pasukan internasional.

Militer Italia menyebut bahwa sebuah drone menyerang pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait yang menampung pasukan Italia dan Amerika Serikat (AS). Serang itu tidak menimbulkan korban jiwa.

“Pagi ini, pangkalan Ali Al Salem di Kuwait, yang menampung personel dan kemampuan Amerika dan Italia, menjadi sasaran serangan drone,” kata kepala staf umum pertahanan Italia, Jenderal Luciano Portolano, dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, dilansir AFP, Senin (16/3/2026),

Serangan drone itu menghantam sebuah tempat perlindungan yang menampung pesawat tanpa awak dari Satuan Tugas Udara Italia (TFA), yang hancur.

“Pada saat serangan, semua personel selamat dan tidak terluka,” ucapnya.

Pangkalan militer Italia di Erbil, Kurdistan Irak, juga diserang oleh pesawat tak berawak pada Rabu malam. Namun serangan itu juga tidak menimbulkn korban luka.

Untuk diketahui, Iran telah menargetkan negara-negara yang menampung pangkalan AS di Timur Tengah sebagai balasan atas serangan AS-Israel di wilayahnya yang dimulai pada 28 Februari. (Kds)