Inflasi NTT pada Februari 2026 Lebih Rendah dari Nasional

by
Jumpa pers BPS NTT membahas tujuh agenda. (iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Inflasi Provinsi NTT pada bulan Februari 2026 secara Year on Year (y on y), lebih rendah dari Inflasi nasional.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Mata mitra Bangngu Kale saat jumpa pers di aula BPS NTT, Senin (2/3/2026).

“Pada Februari 2026 untuk NTT Inflasi Y on Y sebesar 3,42 persen, kalau nasional 4,76 persen,” jelas Matamira Kale.

Menurut Matamira Kale, kondisi ini naik kalau dibandingkan dengan Inflasi Januari 2026, yang sebesar 3,34 persen.

“Inflasi y on y pada Februari ini, terjadi karena kenaikan 9 dari 11 kelompok pengeluaran, artinya sebagian besar itu mengalami kenaikan,” tegas dia.

Dijelaskan, kelompok pengeluaran dengan inflasi y on y tertinggi adalah kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, yang juga dampak dari diskon tahun lalu.

“Untuk listrik, diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan andilnya 1,31 persen,” kata Matamira.

Jika dilihat berdasarkan Inflasi y on y pada Februari 2026, lanjut Matamira, semua kota IHK mengalami Inflasi yang cukup tinggi, ini dampak dari penurunan atau diskon tarif listrik pada januari dan Februari 2025, sehingga ketika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu, terjadi peningkatan atau lonjakan IHK secara y on y

“Komoditas yang mendorong maupun menghambat Inflasi, umumnya didominasi kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau, kecuali disitu ada emas perhiasan,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau harganya sangat rentan, karena berbagai perubahan dan bergantung pada banyak hal, seperti permintaan konsumen, ketersediaan pasokan dan distribusinya.

“Komoditas ini juga dipengaruhi oleh cuaca serta kondisi lainnya, seperti bencana maupun situasi geopolitik, seperti sekarang lagi terjadi perang di Timur Tengah, mungkin akan berpengaruh juga pada kondisi atau harga barang dan jasa di Indonesia,” pungkasnya. (iir)