BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pengunduran diri Direktur Utama Televisi Republik Indonesia (TVRI) Iman Brotoseno memicu perhatian DPR terhadap keberlanjutan agenda strategis lembaga penyiaran publik tersebut. Di tengah masa transisi kepemimpinan, DPR mengingatkan agar persiapan TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 tidak terganggu.
Anggota Komisi VII DPR RI, T. Zulkarnaini Ampon Bang, menegaskan bahwa perubahan di pucuk pimpinan tidak boleh menghambat kesiapan teknis maupun manajerial TVRI menjelang ajang sepak bola terbesar di dunia itu.
“Status TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 merupakan momentum besar sekaligus tanggung jawab nasional,” ujar Zulkarnaini, Rabu (25/2/2026).
Sebagaimana diketahui, Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Skala penyelenggaraan yang masif, dengan ratusan pertandingan dan perhatian global, dinilai membutuhkan kesiapan menyeluruh dari sisi teknis siaran, kualitas transmisi, hingga strategi distribusi konten lintas platform.
Menurut Zulkarnaini, persiapan TVRI tidak hanya menyangkut aspek produksi dan penyiaran konvensional, tetapi juga optimalisasi kanal digital serta penguatan sumber daya manusia. Ia menilai momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan untuk memperkuat citra TVRI sebagai televisi publik yang modern, profesional, dan kompetitif.
Legislator Partai Golkar itu juga mendorong Dewan Pengawas dan jajaran manajemen TVRI segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama guna memastikan roda organisasi tetap berjalan efektif selama masa transisi.
“Kesinambungan kepemimpinan sangat penting untuk memastikan seluruh tahapan persiapan siaran berjalan sesuai timeline. Jangan sampai agenda sebesar ini terdampak persoalan internal,” kata dia.
Ia menambahkan, Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan panggung strategis bagi Indonesia melalui TVRI untuk menunjukkan kapasitas penyiaran nasional di mata dunia. Karena itu, stabilitas internal, tata kelola yang profesional, serta perencanaan yang terukur menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penyiaran publik tersebut. (Asim)







